Berharap tempat tidur rumah sakit rujukan COVID-19 "tidak laris"

Berharap tempat tidur rumah sakit rujukan COVID-19

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau salah satu kamar yang disiapkan untuk ruang observasi orang dalam pemantauan (ODP) di Gedung BPSDM, Surabaya. (ANTARA Jatim/Moch Asim/zk)

Surabaya (ANTARA) - Di tengah pandemik COVID-19, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melakukan berbagai langkah untuk menangani pasien akibat virus corona jenis baru tersebut, terutama rumah sakit rujukan.

Di Jawa Timur, Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 di bawah kendali Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga menyiapkannya, baik untuk orang dalam pemantauan (ODP) yang menjalani masa observasi, hingga pasien dalam pengawasan (PDP) serta pasien terkonfirmasi positif yang harus menjalani perawatan di ruang isolasi.

Tak hanya tempat tidur di rumah sakit, tapi juga di sejumlah tempat, seperti ratusan ruangan di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim di Kota Surabaya maupun Malang, gedung sekolah dasar dan lainnya juga disiapkan untuk menangani pasien COVID-19.

Khusus di rumah sakit, saat ini tercatat sebanyak 2.499 ruang isolasi, yang rinciannya 61 ruang isolasi bertekanan negatif dengan ventilator, kemudian 256 ruang isolasi tekanan negatif tanpa ventilator.

Lalu, sebanyak 533 ruang isolasi tanpa tekanan negatif, sebanyak 699 ruang pengembangan ruang isolasi tekanan negatif, serta 950 ruang observasi.

Dengan demikian, total tempat tidur, baik yang isolasi, maupun non-isolasi di seluruh rumah sakit rujukan sebanyak 13.957 tempat tidur.

"Ya meski tempat tidur sudah siap, semoga tidak terpakai semua. Itu harapan kita semua," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

RS Rujukan

Sejak masa darurat COVID-19, khususnya di Jatim, tidak sedikit rumah sakit yang dijadikan rujukan. Awalnya 63 rumah sakit, kemudian 65 rumah sakit, lalu bertambah 75 rumah sakit hingga saat ini mencapai 85 rumah sakit (data per Sabtu, 11 April 2020).

Seluruh rumah sakit rujukan tersebut siap menangani pasien dengan gejala klinis COVID-19.

Gubernur Khofifah mengatakan rumah sakit yang mengajukan diri untuk menjadi rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 ini tersebar di banyak daerah di Jawa Timur.

Ke-85 rumah sakit rujukan di Jatim, terdiri dari tiga RS rujukan utama, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya, RSUD Dr Saiful Anwar Kota Malang dan RSUD Dr Soedono Kota Madiun.

Kemudian, di Sidoarjo adalah RSUD Kabupaten Sidoarjo, Rumah Sakit Islam Siti Hajar, Rumah Sakit Mitra Keluarga Waru, Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang dan Rumah Sakit Umum Anwar Medika.

RSUD Bangil dan RSUD Dr R. Soedarsono di Pasuruan, RSUD Tongas, RSUD Dr Mohamad Saleh di Probolinggo, lalu di Jember masing-masing Rumah Sakit Daerah Dr Soebandi, RS Tingkat III Baladhika Husada, RS Bina Sehat, RS Citra Husada, RS Paru, RS Jember Klinik.

RSUD Dr Haryoto dan Rumah Sakit Djatiroto di Lumajang, Rumah Sakit Umum dr H Koesnadi di Bondowoso, RSUD dr Abdoer Rahem di Situbondo dan RSUD Blambangan di Banyuwangi.

Di Madura, yaitu RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu di Bangkalan, RSUD dr Mohammad Zyn di Sampang, RSUD Dr H Moh Anwar di Sumenep, serta dua RS di Pamekasan masing-masing RSUD Dr H Slamet Martodirdjo dan RSU Mohammad Noer.

Di Surabaya juga terdapat RS Katholik Saint Vincentius a Paulo (RKZ), RS Adi Husada Undaan Wetan, Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (PHC), RSUD Bhakti Dharma Husada, Rumah Sakit Islam Jemursari, RS Siloam, RSU Haji Surabaya, RS Premier, RS Husada Utama, RS Bhayangkara Tingkat II HS Samsoeri Mertojoso dan Pusat Medis RS Manyar.

Masih di Surabaya juga RS Universitas Airlangga, RS Nasional Rumah Sakit, RS Royal, RS Tingkat III Brawijaya, RSAL Dr Ramelan, RS Jiwa Menur, RS Paru Surabaya dan RSUD Dr Mohammad Soewandhie.

Di Gresik adalah RSUD Ibnu Sina, di Lamongan yaitu RSUD Dr Soegiri dan RS Muhammadiyah, lalu di Tuban ada RSUD Dr R Koesma, di Bojonegoro ada RSUD Dr R Sosodoro Djatikoesoemo, di Mojokerto RSUD Prof Dr Soekandar serta RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo.

Di Jombang terdapat RSUD Kabupaten Jombang, di Kediri masing-masing RSUD Kabupaten Kediri, RSUD Gambiran, RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, RSU Toeloengredjo dan RSUD Simpang Lima Gumul, lalu di Tulungagung RSUD Dr Iskak serta di Trenggalek RSUD Dr Soedomo.

Berikutnya di Malang, yaitu Rumah Sakit dr Soepraoen, RS Panti Waluya Sawahan, RS Lavalette, RSUD Kanjuruhan, RSU Wava Husada, RS Prima Husada, RSU Universitas Muhammadiyah Malang, RSU Islam Aisyiyah, dan RS Islam Gondang Legi.

Lalu, di Kota Batu adalah RSU Karsa Husada, di Blitar Rumah Sakit Daerah Mardi Waluyo dan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, di Nganjuk RSUD Nganjuk dan RSUD Kertosono, di Ngawi RSUD Dr Soeroto, di Magetan RSAU dr Efram Harsana Lanud Iswahjudi dan RSUD dr Sayidiman.

Kemudian, di Madiun RSUD Caruban, RS Islam Siti Aisyah dan RSUD Dolopo, di Ponorogo adalah RSUD Dr Harjono S dan RSU Aisyiyah, serta RSUD dr Darsono di Pacitan.

Dengan banyaknya rumah sakit rujukan itu maka otomatis jumlah tenaga medis yang siap melayani masyarakat juga bertambah.

Total tenaga medis di Jatim sebanyak 1.275 dokter umum, 191 dokter spesialis paru, 372 dokter penyakit dalam, 227 orang dokter anastesi, 1.862 total relawan mahasiswa tenaga kesehatan, serta 19.400 orang perawat.

"Ketersediaan layanan rumah sakit rujukan akan menambah kekuatan melawan COVID-19. Saya tetap berharap badai COVID-19 ini segera berakhir dan masyarakat kembali hidup sehat serta aman," kata Khofifah.

Pasien sembuh

Hingga data per Jumat (10/4) pukul 17.00 WIB, jumlah pasien sembuh atau terkonversi negatif dari COVID-19 di Jawa Timur sebanyak 63 orang atau setara dengan 24,61 persen.

Baca juga: Gubernur: 65 pasien sembuh COVID-19 di Jatim

Salah seorang pasien dinyatakan sembuh, Bagus, saat ini sudah kembali berkumpul dengan keluarga usai menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo Surabaya selama tiga pekan.

Melalui video konferensi, Bagus menceritakan awal mula dinyatakan positif setelah merasakan gejala, seperti badan lemas serta sesak nafas.

"Pasti ada rasa takut. Lalu saya dibawa ke RSUD dr Soetomo untuk mendapatkan perawatan. Yang saya rasakan saat itu badan terasa lemas dan sesak nafas," katanya.

Baca juga: Gubernur: Angka sembuh pasien positif COVID-19 di Jatim 25,56 persen

Bagus harus dirawat di ruang isolasi dengan menggunakan alat bantu pernafasan atau ventilator.

"Selama menjalani masa perawatan, saya dirawat sangat baik oleh para dokter dan perawat. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu dan mendukung kesembuhan saya," ucapnya.

Baca juga: Kiai Sepuh-Forkopimda istighatsah daring doakan COVID-19 berakhir

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan apresiasinya kepada para tenaga medis, tenaga paramedis, dokter, perawat hingga sanitarian yang telah memberikan kemampuan terbaiknya untuk melayani pasien COVID-19.

Tentang tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Jatim yang terus meningkat, kata dia, menjadi bukti komitmen kuat dari seluruh dedikasi para tenaga medis.

"Doa dari kita semua bagi mereka yang berada di garda terdepan dalam penanganan COVID-19 ini agar selalu sehat dan terlindungi," tutur Emil Dardak.
Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020