Komisi I DPR: KPI minta lembaga penyiaran perbanyak konten edukasi

Komisi I DPR: KPI minta lembaga penyiaran perbanyak konten edukasi

Dokumentasi - Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate (kiri) menyerahkan penjelasan pemerintah mengenai RUU PDP kepada Wakil Ketua Komisi I DPR, Bambang Kristiono, dalam rapat dengar pendapat di Gedung DPR, Selasa (25/2/2020). ANTARA/Arindra Meodia/am.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi I DPR, Bambang Kristiono, mengatakan Komisi I DPR meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat agar menyosialisasikan kepada lembaga penyiaran untuk memperbanyak konten pendidikan dan siaran ramah anak khususnya di tengah pandemi Covid-19.

"Komisi I DPR medorong KPI Pusat agar menyosialisasikan kpada lemabga penyiaran untuk memperbanyak konten pendidikan dan program siaran ramah anak," kata Bambang saat membacakan kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Komisi I DPR dengan KPI Pusat dan Dewan Pers secara virtual, Senin.

Dia mengatakan Komisi I DPR juga meminta agar KPI Pusat menyosialisasikan kepada lembaga penyiaran untuk memperbanyak iklan layanan masyarakat dan iklan niaga bermuatan pesan pencegahan Covid-19, referensi tayangan berkualitas dan imbauan pola hidup sehat.

Baca juga: Pentingnya dukungan keluarga dalam pemulihan pasien COVID-19

Dalam RDP itu, anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Yan P Mandenas, menilai saat ini masih banyak lembaga penyiaran yang belum menyosialisasikan tentang kebijakan pemerintah terkait penanganan pandemi Covid-19.

Menurut dia, semua lembaga penyiaran perlu diberikan imbauan untuk menyosialisasikan kebijakan pemerintah seperti pembatasan jarak dan sosial, serta dampak bahaya Covid-19.

"Di beberapa daerah ada pemakaman (pasien Covid-19) ditolak. Itu karena media kurang aktif menyampaikan hal-hal yang baik kepada masyarakat," katanya.

Baca juga: KPI minta lembaga penyiaran ikut cegah pandemi COVID-19

Ia juga meminta KPI Pusat dan Dewan Pers berkoordinasi dengan kementerian lain untuk mengatasi informasi hoaks terkait pandemi Covid-19 sehingga bisa membangun hal yang positif untuk atasi virus tersebut.

Langkah itu menurut dia dalam upaya wujudkan Indonesia bebas Covid-19 bukan berita hoaks yang menakutkan.

Baca juga: RSPI Sulianti Saroso pulangkan dua pasien sembuh COVID-19

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKB, Taufiq Abdullah, mengatakan, yang diinginkan masyarakat adalah lembaga penyiaran memperbanyak program tentang anak karena saat ini siswa sekolah dan mahasiswa belajar dari rumah sehingga waktu anak banyak bersinggungan dengan televisi.

"Adanya Covid-19 bagaimana mengarahkan lembaga penyiaran untuk menayangkan berita berkualitas dan sesuai dengan kepentingan kita agar keluarga utuh dan belajar," katanya.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di DIY bertambah 2 menjadi 27 orang

 
Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020