Di tapal kuda Jatim, Unibraw sosialisasi "kampung tangguh"

Di tapal kuda Jatim, Unibraw sosialisasi

Ketua tim sosialisai kampung tangguh Universitas Brawijaya Dr Mochammad Syamsul Hadi menyerahkan buku panduan kampung tangguh kepada Bupati Bondowoso K.H. Salwa Arifin disaksikan forkopimda di Bondowoso, Rabu (10/6/2020). (ANTARA/Masuki M Astro)

Bondowoso (ANTARA) - Universitas Brawijaya Malang menyosialisasikan program "kampung tangguh" ke sejumlah kabupaten kota di wilayah tapal kuda Jatim, seperti Kabupaten Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Kabupaten/Kota Probolinggo dan Kabupaten/Kota Pasuruan, khususnya terkait pandemi COVID-19.

Koordinator tim sosialisasi kampung tangguh Universitas Brawijaya Dr Mochammad Syamsul Hadi saat menyampaikan sosialisasi di Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Rabu mengatakan tujuh elemen kampung tangguh yang diinisiasi tim Universitas Brawijaya dan kini telah diadopsi oleh Polri dan TNI untuk disebarkan ke berbagai daerah dalam menghadapi pandemi virus corona jenis baru itu.

"Tujuh elemen tangguh itu adalah tangguh logistik, informasi, sumber daya manusia atau SDM, kesehatan, keamanan dan ketertiban, tangguh budaya dan tangguh psikologis," kata akademikus asal Wonosari, Kabupaten Bondowoso, itu.

Pada kegiatan yang dihadiri Bupati Bondowoso K.H. Salwa Arifin, Wakil Bupati Irwan Bachtiar, Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir, kapolres, dandim, dan forkopimda itu, dijelaskan bahwa ketangguhan logistik adalah menyangkut kemampuan warga dalam mengelola lumbung pangan yang ada di suatu kampung.

"Ketangguhan informasi adalah tersedianya sarana komunikasi internal yang dapat dipercaya yang bisa dijadikan pegangan oleh warga dalam menghadapi suatu bencana," katanya.

Ketangguhan SDM, adalah bagaimana masyarakat dan sumber daya lingkungan memiliki kemampuan dalam menghadapi dan menangani bencana.

Baca juga: "Kampung Tangguh Semeru" diapresiasi ikut tekan penyebaran COVID-19

Sementara ketangguhan kesehatan menyangkut adanya tim kesehatan di suatu kampung yang siap membantu warga terdampak bencana.

"Ketangguhan keamanan dan ketertiban adalah ketaatan warga dalam mematuhi peraturan. Untuk budaya, bagaimana budaya atau tradisi lokal dapat digunakan untuk membantu dalam menghadapi bencana," katanya.

Ketangguhan psikologis, kata Syamsul, adalah kemampuan kejiwaan warga dalam menghadapi bencana. Karena itu warga diminta untuk tidak mengakses informasi yang diragukan akursinya agar tidak mengganggu kejiwaan mereka.

Pada kesempatan itu, Syamsul juga mengingatkan warga agar selalu mematuhi protokol kesehatan, antara menggunakan masker, sering mencuci tangan dan lainnya.

"Jadi kampung tangguh itu tidak ribet. Hanya sesederhana itu," katanya.

Anggota tim sosialisasi lainnya, Dr Mufit Zamroni mengatakan bahwa kampung tangguh berawal dari adanya Relawan Malang Bersatu Lawan Corona yang digagas oleh Universitas Brawijaya yang kemudian diadopsi oleh Polri dan TNI.

"Program ini kemudian oleh pimpinan Polri disebar ke daerah-daerah. Mengenai tujuh elemen kampung tangguh itu, disesuaikan dengan kebutuhan suatu daerah. Kalau pelu ditambah lagi untuk suatu wilayah, monggo," kata aktivis Ansor Kota Malang itu.

Baca juga: Menko PMK inginkan kampung tangguh jadi percontohan nasional
Baca juga: Polda Jatim tinjau kesiapan kampung tangguh di Kediri
Pewarta : Masuki M. Astro
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020