Politik kemarin, DPD tolak pilkada 2020 hingga tiga kali tegur menteri

Politik kemarin, DPD tolak pilkada 2020 hingga tiga kali tegur menteri

DPD tetap tolak Pilkada 2020 dalam raker dengan KPU dan Bawaslu RI. ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Terdapat beberapa berita politik kemarin (Senin, 29/6) yang menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca, diawali DPD yang tetap menolak pilkada dilaksanakan 2020 hingga Kepala KSP Moeldoko yang menyebut Presiden Jokowi sudah tiga kali tegur menterinya.

Berikut sejumlah berita politik kemarin yang masih menarik untuk dibaca hari ini:

DPD tetap tolak Pilkada 2020 dalam raker dengan KPU dan Bawaslu RI

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia tetap menolak pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2020.

Pernyataan penolakan disampaikan Ketua Komite I DPD RI Agustin Teras Narang dengan mempertimbangkan efektifitas penggunaan anggaran dan pelaksanaan pilkada yang jujur, adil, dan berkualitas.

"Komite I tetap menyatakan menolak atas pelaksanaan (pemungutan suara) Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 dan mengusulkan pilkada lanjutan dilaksanakan pada 2021," ujar Narang dalam rapat kerja Komite I DPD RI bersama Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu RI di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Senin.

Selengkapnya di sini

Dugaan pelibatan anak dalam demo RUU HIP, Kowani lapor KPAI

Kongres Wanita Indonesia (Kowani) melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait dugaan pelanggaran hukum pelibatan anak dalam demonstrasi penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) oleh FPI, GNFMUI, Alumni 212, dan Edy Mulyadi selaku koordinator lapangan aksi, di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, 24 Juni lalu.

Pelaporan itu dilakukan Kowani dengan mendatangi langsung Kantor KPAI, di Jakarta, Senin, dipimpin Ketua Bidang Sosial, Kesehatan, dan Kesejahteraan Keluarga Dr Khalilah, dan diterima oleh anggota KPAI Jasra Putra dalam sebuah pertemuan tertutup.

Selengkapnya di sini

BPIP: Pancasila perpaduan pemikiran kelompok agamis dan nasionalis

Deputi Bidang Pengkajian dan Materi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof FX Adji Samekto mengatakan secara historis Pancasila perlu diarusutamakan, karena merupakan warisan para pendiri bangsa sebagai perpaduan pemikiran kelompok agamis dan nasionalis.

"Secara historis, Pancasila merupakan warisan para pendiri bangsa yang pemikirannya merupakan perpaduan kelompok agamis dan nasionalis," ujar Adji kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Selengkapnya di sini

Taruna Akademi Militer lakukan tradisi pesta air

Sebanyak 254 taruna tingkat IV dengan pangkat sersan mayor satu taruna Akademi Militer di Magelang yang akan dilantik menjadi perwira remaja TNI AD tahun tamatan 2020 menggelar tradisi naik puncak Gunung Tidar dan pesta air.

Kegiatan yang dipimpin Gubernur Akademi Militer, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman, di Magelang, Senin, para taruna mulai start dari Lapangan Sapta Marga menapaki Gunung Tidar sampai puncak di ketinggian 503 meter di atas permukaan laut.

Selengkapnya di sini

Moeldoko sebut Jokowi sudah tiga kali tegur keras para menteri

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko, menyebut dalam enam bulan terakhir Presiden Joko Widodo sudah setidaknya tiga kali menegur keras jajaran dan para menteri kabinetnya.

“Setidaknya dengan segala intonasi dan persentase, ini yang ketiga Presiden (Jokowi) memberikan kata-kata yang lebih keras, lebih kuat, ini lebih keras lagi sekarang,” kata Moeldoko dalam wawancara dengan ANTARA, di kantornya di Gedung Bina Graha, di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Selengkapnya di sini
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020