Kementerian PUPR dukung rencana akses tol ke pasar induk Sidoarjo

Kementerian PUPR dukung rencana akses tol ke pasar induk Sidoarjo

Akses tol ke Sidoarjo, Jawa Timur sebagai bagian dari Jalan Tol Trans-Jawa. ANTARA/Dokumentasi Kementerian PUPR

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR mendukung rencana pembangunan akses tol berupa interchange menuju Pasar Induk Puspo Agro di Sidoarjo, Jawa Timur, dan akan melakukan evaluasi yang menjadi bagian dari perubahan ruang lingkup investasi jalan tol.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa manfaat dari Jalan Tol Trans-Jawa, khususnya di wilayah Jawa Timur tidak hanya menjadi jalur penghubung transportasi antarkota, tetapi dapat diintegrasikan dengan kawasan-kawasan industri serta mendukung akses ke destinasi pariwisata sesuai visi Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin.

"Tol Trans-Jawa akan memangkas biaya angkutan logistik dan mengurangi waktu tempuh pengiriman barang (delivery time). Dengan kepastian waktu tempuh, investor dapat membuat perhitungan business plan lebih matang sehingga terbuka lapangan pekerjaan di sekitar pusat perindustrian di setiap daerah," ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Baca juga: Menteri PUPR: Trans Jawa bantu atasi permasalahan logistik

Kelancaran jalur logistik melalui Tol Trans-Jawa ini dapat memudahkan para pelaku usaha, misalnya di Sidoarjo tidak perlu mendirikan pabrik di Karawang, Jabar, supaya bisa dekat dengan pasar utamanya.

Lalu, pengusaha mangga dari Pasuruan dan Probolinggo di Jatim, kini bisa memastikan mangga dipetik dengan daunnya dapat langsung dibawa dan tiba di Jakarta dalam keadaan segar.

Rencana pembangunan akses tol menuju Pasar Induk Puspo Agro merupakan prakarsa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam rangka mengoptimalkan distribusi barang dan jasa menuju kawasan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo yang merupakan daerah penyangga Kota Surabaya sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas Jalan Sawunggaling Sidoarjo.

Hal ini sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo agar terus mencari berbagai alternatif (inovasi) pembiayaan dalam pembangunan infrastruktur, termasuk jalan tol sehingga tidak membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Usulan tersebut juga tertuang dalam Surat Gubernur Jatim No 620/17709/103/2019 tentang Permohonan Jalan Keluar/Masuk Jalan Tol Sidoarjo-Waru Menuju Pasar Modern Puspa Agro tertanggal 24 September 2019.

Terdapat empat alternatif rencana pembangunan akses tol menuju Pasar Induk Puspo Agro yakni pertama dari Jalan Tol Surabaya-Gempol Km 747+280, tepatnya di dekat Perumahan Taman Aloha, Sidoarjo. Jarak munuju Pasar Induk Puspo Agro sepanjang 5,93 km.

Alternatif kedua tidak jauh dari alternatif pertama yakni akses Tol Surabaya-Gempol di Km 747+900 berjarak 5,96 km.

Sedangkan alternatif ketiga di Tol Surabaya-Gempol Km 750+100, tepatnya di dekat Perumahan Masangan Wetan, Sidoarjo dengan jarak 7,69 lm.

Alternatif keempat di Jalan Tol Surabaya-Gempol Km 754+100, tepatnya di wilayah Desa Wonokoyo Kabupaten Sidoarjo. Jarak menuju Pasar Induk Puspo Agro sepanjang 9,61 km.

Baca juga: Jasa Marga siagakan tujuh pos pemeriksaan di ruas tol Surabaya-Gempol
Baca juga: Kementerian PUPR klarifikasi soal kelanjutan Tol Trans Jawa-Bali
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020