Wakil Ketua MPR terima penghargaan Bintang Jasa Utama

Wakil Ketua MPR terima penghargaan Bintang Jasa Utama

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani usai menerima penghargaan Bintang Jasa Utama yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/8/2020). (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani menerima penghargaan Bintang Jasa Utama yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Negara, Jakarta, Kamis.

"Mudah-mudahan kami termasuk orang yang pantas menerima penghargaan dari negara ini," kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Selain Ahmad Muzani, dari jajaran Wakil Ketua MPR Periode 2018-2019 yang menerima penghargaan adalah Ahmad Basarah dari PDI Perjuangan dan Mahyudin dari Partai Golkar. Muzani menjabat lagi Wakil Ketua MPR periode 2019-2024.

Muzani menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas nama Pemerintah dan negara yang telah memberikan penghargaan Bintang Jasa Utama ini.

Ahmad Muzani yang baru didaulat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Sekjen di Kongres Luar Biasa (KLB) di Hambalang Bogor pekan lalu, sejak pandemi COVID-19 aktif menyerukan bahaya wabah COVID-19.
Baca juga: Ahmad Basarah dianugerahi tanda kehormatan Bintang Jasa Utama

Muzani mengatakan saat pandemi COVID-19 masih ramai di Wuhan Tiongkok, dirinya sudah meminta Pemerintah menghentikan penerbangan dari dan ke Wuhan serta beberapa kota di China ke Indonesia.

Demikian pula, ketika wabah sudah mulai merusak sendi-sendi kehidupan, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu terus menyampaikan pentingnya program jaring pengaman sosial "social safety net" terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam bentuk bantuan tunai langsung, agar menggerakkan ekonomi masyarakat bawah.

Pada sektor pendidikan, Muzani gencar menyampaikan pentingnya perlindungan model pendidikan pesantren yang tersebar luas di seantero negeri dan paling terdampak akibat pembatasan sosial atau "social distancing".

"Kami akan memperjuangkan subsidi kuota bagi para pelajar, mahasiswa dan para santri. Ini karena pembelajaran daring mengancam pembangunan sumber daya manusia kita," katannya pula.

Pernyataan itu kemudian mendapat respons cepat dari Pemerintah, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut akan mengalokasikan bantuan Rp2,6 triliun kepada pondok pesantren dan pendidikan berasrama agar tidak menjadi klaster baru penularan COVID-19.
Baca juga: Terima bintang jasa, Bamsoet: Bukan semata keberhasilan pribadi

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020