MUI ajak umat Islam berdoa di malam Tahun Baru 1442 Hijriah

MUI ajak umat Islam berdoa di malam Tahun Baru 1442 Hijriah

Dokumen: Umat Islam mengikuti doa awal tahun baru 1441 Hijriah di alun-alun Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (31/8/2019). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia KH Hamdan Rasyid mengajak umat Islam berdoa di malam Tahun Baru Islam 1442 Hijriah.

"Pada sore hari menjelang waktu Maghrib hari Rabu 19 Agustus 2020 atau 30 Zulhijah 1441 Hijriah, umat Islam disunahkan membaca doa akhir tahun penutup tahun Hijriah," kata Hamdan saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan materi doa menyambut Tahun Baru Islam yang paling utama adalah memanjatkan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan anugerah, nikmat dan karunia-Nya kepada umat manusia.

Baca juga: HUT RI, MUI tegaskan peneguhan Pancasila ideologi final

Baca juga: Sekjen MUI dukung obat COVID-19 anak bangsa diberi izin edar


Selain itu, kata dia, doa tersebut agar memohon kepada Allah SWT agar seluruh amal ibadah serta taubat diterima dan seluruh dosa-dosa khususnya selama satu tahun terakhir untuk diampuni.

Pada malam hari sesudah masuk waktu Maghrib tanggal 1 Muharram 1411 Hijriyah, kata dia, umat Islam disunahkan membaca doa awal tahun memulai Tahun Baru Islam.

Baca juga: Wantim MUI ingatkan pentingnya literasi sejarah bangsa

Materi doa paling utama, kata Hamdan, adalah memohon kepada Allah SWT agar selama satu tahun mendatang dilindungi dari godaan setan, dilindungi dari godaan hawa nafsu berbuat jahat serta memohon pertolongan kepada Allah SWT agar diberi anugerah iman yang kuat, kesehatan yang prima serta rezeki yang halal, banyak dan berkah.

"Rezeki tersebut sebagai bekal untuk melaksanakan amal yang baik dan menjauhi perbuatan yang jahat sehingga kita dapat mendekati Dzat-Nya Yang Maha Agung lagi Maha Mulia," katanya.

Baca juga: BPJPH dinilai belum libatkan MUI terkait sertifikasi halal

Baca juga: PBNU berharap MUI menjadi rumah besar yang menaungi umat


 
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020