Dosen IAIN: Tahun baru Islam momentum kebangkitan umat

Dosen IAIN: Tahun baru Islam momentum kebangkitan umat

Dosen Tafsir dan Hadis Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, DR. H. Wajidi Sayadi, M.Ag. (ANTARA/Dedi)

Pontianak (ANTARA) - Dosen Tafsir dan Hadis Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, DR. H. Wajidi Sayadi, M.Ag mengatakan bahwa tahun baru Islam, 1 Muharam 1442 Hijriah bisa menjadi momentum untuk kebangkitan umat Islam karena dibaliknya terdapat sejumlah makna yang bisa menjadi pembelajaran.

"Kalender tahun Islam disebut Hijriah, disingkat dengan huruf H. Penetapannya didasarkan pada momentum hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Mengapa didasarkan pada momentum hijrah. Jawabannya, karena hijrah merupakan tonggak awal kesadaran perubahan menuju kebangkitan dan kemajuan,"ujarnya di Pontianak, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa mengapa setelah hijrah, umat Islam bisa berubah, kuat dan maju, jawabannya pada sejumlah kebijakan Nabi Muhammad SAW di masa hijrah di Madinah.

Ia menyebutkan bahwa saat hijrah Nabi Muhammad SAW membangun masjid sebagai sumber kekuatan spiritual, mental, dan intelektual, sekaligus sebagai pusat kaderisasi.

Baca juga: MUI Sulsel gelar webinar internasional sambut Tahun Baru Islam

Baca juga: Tahun baru 1 Muharram, bagaimana muslim dunia merayakannya?


Kemudian, mempersaudarakan Anshar sebagai penduduk lokal dengan Muhajirin sebagai pendatang sebagai kekuatan sosial.

"Membuat Piagam Madinah yang terdiri dari 47 pasal yang memuat kesepakatan antara Muslim dengan Yahudi, Nasrani dan Majusi dalam hal ikatan tatanan sosial bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagai kekuatan politik dan konstitusi serta organisasi," kata dia.

Pada masa memasuki hijrah Nabi membuka pasar-pasar sebagai sumber perekonomian dan pemberdayaan masyarakat dan menyiapkan banyak sekretaris dan intelijen sebagai kekuatan media informasi dan komunikasi.

"Nabi Muhammad SAW didampingi 50 sekretaris," kata dia.

Mengambil hikmah dan pelajaran dari menyambut Tahun Baru Islam dalam hubungannya dengan peristiwa hijrah Nabi SAW adalah untuk kebangkitan umat dan bangsa adalah dengan lima kekuatan tersebut, yaitu kekuatan mental spiritual dan intelektual, kekuatan sosial, kekuatan politik dan organisasi, kekuatan ekonomi, dan kekuatan media informasi dan komunikasi.

"Lima kekuatan ini sebagai amunisi, bekal dan modal menuju perubahan dalam meraih kebangkitan, menata kehidupan masa depan umat dan bangsa yang lebih baik dan berkualitas dengan segala macam tantangannya," katanya.*

Baca juga: Polda Metro Jaya imbau masyarakat tidak pawai obor Tahun Baru Islam

Baca juga: MUI: Tahun Baru Hijriah momentum tingkatkan solidaritas saat pandemi
Pewarta : Dedi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020