Presiden dukung budayawan dan seniman tetap berkreasi saat pandemi

Presiden dukung budayawan dan seniman tetap berkreasi saat pandemi

Dokumentasi - Presiden Joko Widodo memukul kentongan saat membuka Pesta Kesenian Bali ke-38 di Depan Monuman Bajra Sandhi, Denpasar, Sabtu (11/6/2016). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/foc/aa.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo mendukung dan mengapresiasi para budayawan dan pekerja seni tetap berkreasi di tengah pandemi serta tidak menyerah dengan berbagai tantangan yang dihadapi.

Presiden Joko Widodo saat membuka Pekan Kebudayaan Nasional Tahun 2020 secara virtual sebagaimana ditayangkan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu malam, mengatakan pandemi bukanlah penghalang bagi insan seni dan budaya untuk tetap berkreasi. Justru di saat seperti inilah seluruh pihak tidak boleh menyerah dengan kesulitan dengan tetap berkreasi dan bergerak maju membangun memori masa depan yang lebih baik.

"Pekan Kebudayaan Nasional menjadi bukti bahwa para budayawan dan para pekerja seni di seluruh Tanah Air tidak mau tunduk oleh pandemi COVID-19, tidak mau menyerah oleh kesulitan dan tantangan yang dihadapi. Tidak peduli apa sukunya, apa agamanya, asal daerahnya, semua berupaya meletakkan satu bata, bata budaya, untuk membangun peradaban Indonesia Maju," ujarnya.

Baca juga: Presiden: PKN bukti seniman tidak tunduk pada pandemi

Pekan Kebudayaan Nasional tahun ini yang digelar secara daring mengangkat tema "Ruang Bersama Indonesia Bahagia" dengan menjadikan budaya sebagai pijakan dasar dalam menghadapi pandemi saat ini.

"Ketika menghadapi pandemi COVID-19, memori budaya masyarakat tangguh bencana kembali hidup. Lebih dari delapan bulan masyarakat terus memupuk rasa solidaritas, gotong royong, dan mendukung langkah-langkah pemerintah dalam mengatasi pandemi," kata Presiden.

Dalam sejarah terbentuknya bangsa Indonesia, sikap optimistis dan pantang menyerah bangsa kita memang terbentuk dari tantangan alam dan kondisi geografis Nusantara. Terlebih, negara Indonesia juga berdiri di atas cincin api yang membuat negeri kita harus selalu siap siaga dalam menghadapi bencana.

Selama berabad-abad, kata Presiden, nenek moyang kita berusaha bersahabat dengan semua tantangan itu dan menjaga harmoni dengan alam lingkungan, membangun kebudayaan dan nilai-nilai keutamaan di atasnya.

Baca juga: Pekan Kebudayaan Nasional, Kemendikbud luncurkan Pasarbudaya daring

"Itulah yang membuat bangsa Indonesia tangguh, menghargai perbedaan, kreatif, dan kaya budaya," tuturnya.

Di tengah pandemi ini, masyarakat juga kembali berupaya menghidupkan kearifan lokal seperti mengangkat lagi jamu-jamu tradisional untuk meningkatkan imunitas tubuh yang sangat dibutuhkan dalam situasi pandemi ini.

Banyak budayawan juga terus berkreasi untuk menghibur masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi pandemi. Semuanya bekerja untuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia dan bumi Nusantara.

Di penghujung sambutan, Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk terus berkarya dan menggali kearifan lokal untuk memperkuat kemampuan kita dalam menghadapi bencana dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Mari kita terus berkarya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Mari terus menggali kearifan lokal untuk memperkuat kemampuan kita dalam menghadapi bencana. Mari kita terus menjaga bumi kita dengan sehormat-hormatnya," kata Presiden.

Baca juga: Kemendikbud: Media baru bantu menjaga "bara" kebudayaan
Baca juga: Festival Cangget Bara diselenggarakan secara luring dan daring
Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020