Pasien positif COVID-19 di Bantul bertambah 35 menjadi 1.581 orang

Pasien positif COVID-19 di Bantul bertambah 35 menjadi 1.581 orang

Petugas Dinkes Bantul melakukan tes usap COVID-19 di pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul, DIY. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Pasien konfirmasi positif terinfeksi COVID-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam 24 jam terakhir bertambah 35 orang, sehingga total kasus positif terpapar virus corona baru tersebut per Jumat (27/11) sebanyak 1.581 orang.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul dalam keterangan resminya di Bantul, Jumat, menyebutkan pasien konfirmasi baru tersebut sebagian besar berasal dari Kecamatan Banguntapan 11 orang, disusul Kecamatan Kasihan tujuh orang, dan Kecamatan Kretek lima orang.

Selanjutnya dari Kecamatan Bambanglipuro tiga orang, Kecamatan Sewon tiga orang, Kecamatan Piyungan dua orang, sisanya dari Kecamatan Bantul, Sedayu, Pundong dan Srandakan masing-masing satu orang.

Gugus Tugas Bantul juga menginformasikan adanya pasien COVID-19 yang sembuh empat orang berasal dari Kecamatan Banguntapan dua orang, dan Kecamatan Bantul dua orang, sehingga total angka kesembuhan di Bantul per hari ini sebanyak 1.273 orang.

Sedangkan pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia pada hari Jumat (27/11) bertambah dua orang dari Kecamatan Kasihan, sehingga total kasus positif meninggal di Bantul sebanyak 40 orang.

Dengan demikian, pasien positif COVID-19 di Bantul yang masih menjalani isolasi di Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bantul dan sejumlah rumah sakit rujukan saat ini berjumlah 268 orang.

Baca juga: Pembelajaran tatap muka di Bantul akan pertimbangkan grafik COVID-19

Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul Budi Wibowo mengatakan pelaksanaan protokol kesehatan ketat harus diterapkan semua masyarakat, karena kalau tidak disiplin dilaksanakan, maka penyebaran kasus COVID-19 semakin tidak terkendali dan terus mengalami kenaikan.

"Karena pemulihan ekonomi tidak akan sukses jika prokes tidak jalan, kalau saya berharap masyarakat mulai menyadari bahwa prokes itu sesuatu yang harus dilaksanakan, hanya itu jalan keluarnya," katanya.

Karena itu pemkab mengajak memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga jarak fisik, hindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, selalu menggunakan masker saat keluar rumah.

Baca juga: Bantul terapkan "penguncian" lokal sejumlah ponpes kendalikan COVID-19
Baca juga: Bantul berlakukan karantina mandiri satu komplek Ponpes Krapyak
Pewarta : Hery Sidik
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020