Wali kota layangkan surat ke Menkopolhukam terkait Rohingya di Aceh

Wali kota layangkan surat ke Menkopolhukam terkait Rohingya di Aceh

Dokumentasi - Pengungsi etnis Rohingya antre mengambil distribusi bantuan "Hygiene Kit" di tempat penampungan sementara BLK Desa Kandang, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (30/10/2020). ANTARA FOTO/Rahmad/pras.

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Lhokseumawe melayangkan surat ke Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Pengungsi Luar Negeri (PPLN) Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan RI terkait penanganan pengungsi Rohingya di kota setempat.

"Bahkan sebelum surat itu keluar, Pemko Lhokseumawe bersama Forkopimda dan Satgas penanganan pengungsi Rohingya telah mengadakan rapat evaluasi terkait hal tersebut," kata Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Marzuki, Jumat.

Dia melanjutkan surat tersebut ditanda tangani oleh Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, dengan nomor surat 466/909 pada tanggal 23 November 2020.

Baca juga: UNHCR dianggap lalai tangani pengungsi Rohingya di Aceh

Menurut dia, ada beberapa poin dalam surat itu yang meminta agar UNHCR dapat mengurusi etnis Rohingya di Balai Latihan Kerjah (BKL) setempat secara maksimal, meliputi kebutuhan dasar, kesehatan, sanitasi, kenyamanan dan hal lainnya.

"Kami mengharapkan pihak UNHCR agar lebih optimal melakukan pendampingan terhadap pengungsi, karena pada hari libur dan malam hari, dari hasil pemantauan kami petugas UNHCR tidak berada di lokasi penampungan pengungsi," katanya.

Kemudian, lanjut Marzuki, pihak UNHCR juga diharapkan untuk lebih koordinatif, komunikatif dan kooperatif dengan jajaran Satgas penanganan pengungsi kota setempat, terutama menyangkut keamanan, ketertiban.

Baca juga: Enam imigran Rohingya gagal kabur dari penampungan BLK di Aceh

Kata dia, jumlah pengungsi Rohingya yang berada di kamp BLK Lhokseumawe meliputi gelombang kedatangan pertama 99 orang dan gelombang kedua sebanyak 296 orang, serta empat orang warga penyerahan dari pihak imigrasi.

Namun, kata dia, hingga saat ini terdapat 31 orang pengungsi etnis Rohingya yang telah berhasil melarikan diri kamp dan empat orang meninggal dunia. Semuanya berjenis kelamin perempuan.

"Saat ini total pengungsi Rohingya yang masih menetap di kamp penampungan sementara sejumlah 364 orang dari total seluruhnya 399 orang," katanya.

Baca juga: Polda Aceh masih buru 2 pelaku penyelundupan imigran Rohingya
Baca juga: Tiga pelaku penyelundupan imgiran Rohingya ditangkap
Pewarta : Khalis Surry
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020