PPAN diharapkan sejalan dengan agenda diplomasi ekonomi Indonesia

PPAN diharapkan sejalan dengan agenda diplomasi ekonomi Indonesia

Para alumni Program Pertukaran Pemuda Antar-Negara (PPAN) mengikuti Rembuk Pertukaran Pemuda antar Negara, yang diadakan secara virtual, Sabtu (28/11/2020). Duta Besar Republik Indonesia untuk Ethiopia Al Busyra Basnur turut menjadi salah satu peserta pertemuan tersebut. (ANTARA/HO-KBRI Addis Ababa)

Jakarta (ANTARA) - Program Pertukaran Pemuda Antar-Negara (PPAN), yang telah diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga sejak 1973, diharapkan dapat sejalan dengan prioritas diplomasi dan politik luar negeri Indonesia, khususnya terkait agenda penguatan diplomasi ekonomi RI di luar negeri.

Harapan itu disampaikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur, saat menghadiri Rembuk PPAN, yang diadakan secara virtual, Sabtu (28/11). Rembuk PPAN merupakan forum yang diinisiasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga sejak 1973 demi mempertemukan alumni program pertukaran di berbagai daerah.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan program pertukaran pemuda itu tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di dalam negeri, tetapi juga mendukung berbagai misi diplomasi Indonesia. Oleh karena itu, negara-negara yang jadi mitra program pertukaran "perlu juga mengacu kepada prioritas kawasan," kata Dubes Al Busyra melalui pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Warga Padang ikuti Pertukaran Pemuda Muslim Australia-Indonesia
Baca juga: Kemlu beri kesempatan 10 pemuda berprestasi kunjungi Amerika


Untuk itu, ia berharap berbagai badan pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat, dan lembaga non pemerintah untuk memperluas jangkauan kerja sama, khususnya ke negara-negara yang saat ini jadi prioritas kerja sama luar negeri Indonesia.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi dalam pernyataan pers tahunannya pada awal tahun ini menyebut diplomasi ekonomi merupakan satu dari lima prioritas kebijakan luar negeri Indonesia di luar negeri untuk sepanjang 2020 dan selama lima tahun ke depan.

"Dalam lima tahun ke depan, diplomasi ekonomi akan betul-betul diperkuat. Wakil Menteri Luar Negeri (Mahendra Siregar, red) telah mendapatkan tugas khusus Presiden RI (Joko Widodo, red) untuk memperkuat diplomasi ekonomi. Penugasan-penugasan konkret akan diberikan kepada para kepala perwakilan dalam memperkuat diplomasi ekonomi," kata Retno saat menyampaikan pernyataan pers tahunannya.

Terkait itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Addis Ababa di Ethiopia pun berupaya memadukan program pertukaran pemuda dengan agenda-agenda diplomasi ekonomi, sebut Dubes Al Busyra, yang pernah terpilih sebagai peserta PPAN pada 1984-1985 dan jadi ketua kelompok peserta PPAN pada 1986-1987.

"Pada pertengahan 2020, KBRI Addis Ababa bersama stakeholders (pemangku kepentingan, red) di Indonesia berencana menyelenggarakan program pertukaran pemuda Indonesia-Ethiopia berbasis start up business. Namun, kegiatan itu harus ditunda karena pandemi COVID-19," kata Al Busyra.

Walaupun demikian, KBRI Addis Ababa pada Juni 2019 sempat menyelenggarakan "1st Indonesia-Ethiopia Young Entrepreneurs Forum" yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan menjadi sarana berbagi pengetahuan antara pengusaha muda dari dua negara, kata dia menerangkan.

Baca juga: Beasiswa belajar ke Amerika Serikat diraih pelajar madrasah Pekanbaru
Baca juga: Deputi Menpora: Program pertukaran pemuda diplomasi budaya nyata
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020