Kemarin, 329,5 juta vaksin hingga target emisi NDC tidak berubah

Kemarin, 329,5 juta vaksin hingga target emisi NDC tidak berubah

Tangkapan layar - Presiden RI Joko Widodo pada Ratas Penanganan Pandemi COVID-19 dan Pelaksanaan Vaksinasi, melalui video conference di Jakarta, Rabu (6/1/2021). (ANTARA/Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden/pri jjjj)

Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah berita humaniora kemarin (Kamis, 6/1) yang menarik perhatian pembaca dan layak untuk dibaca pagi ini,  di antaranya pemerintah memastikan ketersediaan 329,5 juta vaksin COVID-19, target emisi tidak berubah dalam dalam pembaruan NDC, dan kemajuan pengembangan vaksin Merah Putih mencapai 60 persen dari skala laboratorium.

Presiden targetkan 29,55 juta dosis vaksin tiba di daerah hingga Maret

Presiden Joko Widodo menargetkan hingga Maret 2021 sebanyak 29,55 juta dosis vaksin COVID-19 sudah terdistribusi ke daerah sehingga vaksinasi bisa segera dilaksanakan di daerah.

"Target kita nantinya untuk bulan Januari itu 5,8 juta vaksin harus masuk ke daerah, bulan Februari itu 10,45 juta vaksin harus didistribusikan lagi ke daerah, kemudian Maret 13,3 juta vaksin juga harus terdistribusi," kata Presiden di Istana Negara Jakarta, Rabu.

Baca berita: di sini

Baca juga: Presiden targetkan 29,55 juta dosis vaksin tiba di daerah hingga Maret

Baca juga: Menkeu jamin anggaran vaksinasi tersedia

Presiden Jokowi: Pemerintah pastikan ketersediaan 329,5 juta vaksin

Presiden Joko Widodo memastikan ketersediaan 329,5 juta vaksin COVID-19 tersedia yang bersumber dari berbagai produsen.

"Juga perlu saya sampaikan mengenai jumlah dosis vaksin yang telah kita pesan, yang 'firm order' dari Sinovac itu 3 juta plus 122,5 juta (dosis), kemudian dari Novavax 50 juta, dari Covax GAVI 54 juta, AstraZeneca 50 juta, dari Pfizer 50 juta vaksin artinya jumlah total yang 'firm order' 329,5 juta vaksin," kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu.

Simak berita: di sini

Indonesia tidak ubah target emisi dalam pembaruan NDC

Indonesia tidak mengubah target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dalam penyusunan pembaruan Nationally Determined Contribution (NDC) meski di dalamnya dijelaskan langkah realistis mencapai yang ditargetkan, kata Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ruandha Agung Sugardiman.

"Indonesia sudah menyusun update NDC walaupun angkanya tidak, secara nominal naik. Tetapi, di sana dijelaskan bagaimana secara realistis dan logis capaian-capaian dari aksi adaptasi dan mitigasi itu bisa dicapai," kata Dirjen PPI Ruandha dalam diskusi virtual Pojok Iklim yang dipantau dari Jakarta, Rabu.

Cek berita: di sini

Eijkman: Pengembangan vaksin Merah Putih capai 60 persen

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengatakan pengembangan vaksin Merah Putih sudah mencapai kemajuan 60 persen dari skala laboratorium.

"Kalau dihitung persentasenya sekitar 60 persen ya dalam arti kita masih dalam proses untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi protein rekombinan yang sudah kami desain, itu akan dihasilkan oleh sel mamalia maupun sel ragi," kata Kepala Eijkman Amin Soebandrio kepada ANTARA, Jakarta, Rabu.

Baca berita: di sini

Pasien sembuh COVID-19 hari ini bertambah 6.767 orang

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyebutkan pada Rabu, pasien sembuh dari penyakit COVID-19 tercatat bertambah 6.767 orang.

Berdasarkan data yang dihimpun sampai dengan Rabu pukul 12.00 WIB, pasien sembuh tercatat bertambah 6.767 menjadi total 652.513 orang.

Secara bersamaan juga terjadi penambahan 8.854 orang terkonfirmasi positif, sehingga total terkonfirmasi positif menjadi 788.402 orang.

Cek berita: di sini

Kemendikbud target 400 prodi vokasi "link and match" dengan industri

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto mengatakan pihaknya menargetkan 400 program studi vokasi, baik jenjang SMK maupun Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) melakukan "pernikahan massal" atau link and match dengan industri.

“Target untuk tahun ini sebanyak 400 prodi melakukan link and match dengan industri. Tidak hanya sekedar penandatanganan kerja sama, tetapi melakukan kerja sama yang intensif," ujar Wikan di Jakarta, Rabu.

Simak berita: di sini

Baca juga: Kemendikbud target 400 prodi vokasi "link and match" dengan industri

Baca juga: Kemendikbud sebut 476 SMK jadi pusat unggulan

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021