Umat Hindu Bali gelar "Piodalan" di Pura Mandara Giri Lumajang 24 Juni

Umat Hindu Bali gelar

Bupati Lumajang Thoriqul Haq (kiri) menerima kunjungan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di di Pendapa Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Selasa (25/5/2021) sore. ANTARA/HO-Diskominfo Lumajang/am.

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Sejumlah umat Hindu di Pulau Bali akan menggelar Upacara Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada 24 Juni 2021.

Rencana upacara tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat bertemu Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati di Pendapa Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Selasa (25/5). 

"Saya berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Lumajang yang telah menerima dengan baik kedatangan kami," kata Wagub Bali yang biasa disapa Cok Ace dalam rilis yang diterima di Lumajang, Rabu.

Baca juga: Umat Hindu ramaikan perayakan Galungan dan Piodalan di Pura Cinjantung

Dalam kesempatan tersebut, Cok Ace menyampaikan bahwa kunjungannya dalam rangka silaturahim sekaligus meminta izin kepada Bupati Lumajang terkait akan adanya Upacara Piodalan tepatnya pada 24 Juni 2021 di Pura Mandara Giri Semeru Agung.

"Upacara Piodalan itu sendiri merupakan upacara tahunan yang diselenggarakan oleh umat Hindu. Tahun 2020 upacara itu ditiadakan karena pandemi COVID-19, sehingga tahun ini rencananya akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan," tuturnya.

Baca juga: Ritual Tawur Labuh Gentu di Lumajang jaga tradisi dan kerukunan agama

Ia menjelaskan Upacara Piodalan tahun ini masih sama dengan sebelumnya, namun masyarakat Bali yang datang ke Kabupaten Lumajang akan dibatasi karena harus tetap memperhatikan protokol kesehatan selama pandemi.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menjelaskan umat Hindu yang datang dari Bali untuk mengikuti Upacara Piodalan sekitar 60 orang setiap hari dan jumlah tersebut jauh dari kapasitas Pura Mandara Giri Semeru Agung yang hampir 5 ribu orang.

Baca juga: Usai gempa, Kemensos bentuk dua kampung siaga bencana di Lumajang

"Upacara Piodalan akan tetap dilakukan dengan kegiatan-kegiatan yang lebih terbatas dan umat Hindu yang mengikuti upacara juga akan diperhatikan kesehatannya dengan harus membawa bukti hasil negatif tes swab, sehingga kegiatan upacara akan betul-betul sesuai dengan protokol kesehatan," tuturnya.

Ia mengatakan Pemkab Lumajang akan membantu dalam hal pengamanan dari kepolisian dan pemerintah daerah terkait dengan mekanisme untuk supaya pelaksanaan betul-betul khidmat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Baca juga: Satu pekerja migran asal Indonesia Lumajang positif COVID-19
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021