Pertumbuhan ekonomi harus berpihak kepada pengusaha ultra mikro

Pertumbuhan ekonomi harus berpihak kepada pengusaha ultra mikro

Salah satu UMKM yang bergerak di bidang kuliner. ANTARA/Aris Wasita/am.

Jakarta (ANTARA) - Pertumbuhan ekonomi yang tercipta di Indonesia harus disertai dengan beragam kebijakan yang berpihak kepada peningkatan kualitas pengusaha ultra mikro sebagai bagian dari kalangan masyarakat menengah ke bawah yang harus diberdayakan secara ekonomi.

"Kita ingin menciptakan pertumbuhan ekonomi ultra mikro yang berkualitas. Stabilitas bisnis ultra mikro yang cash in dan cash out-nya terukur, dengan harapan bisnis ultra mikro ini bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya, peningkatan kualitas hidup keluarnya, memenuhi kebutuhan pokok, baik kesehatan dan pendidikan," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima dalam rilis di Jakarta, Kamis.

Untuk itu, ia juga menyatakan pembentukan holding ultra mikro dari beberapa BUMN hendaknya juga bisa mendorong lebih banyak bantuan dan bimbingan dari sisi permodalan bagi kalangan pelaku usaha ultra mikro.

Dengan demikian, lanjutnya, maka diharapkan ke depannya para pengusaha gurem tersebut bisa mandiri dan bahkan juga sekaligus meningkatkan taraf hidup ke arah yang jauh lebih baik.

"Pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara Ultra Mikro atau kita sebut UMi, merupakan bagian dari usaha pemerintah untuk memperkuat ekosistem unit usaha terutama pada masa pandemi," katanya.

Baca juga: Holding UMi perkuat interlink digital segmen UMKM dan ultra mikro

Ia juga mengingatkan bahwa masih ada sejumlah pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan masyarakat kelas bawah dengan apa yang disebutnya jebakan atau akses permodalan gelap. yaitu dengan diiming-imingi bantuan pinjaman permodalan, namun disertai dengan bunga yang tinggi, bahkan seringkali dengan memeras.

Oleh karena itu, ujar dia, pembentukan lembaga holding ultra mikro diharapkan mampu mengatasi jebakan tersebut yang pesannya sudah banyak masuk ke berbagai perangkat telekomunikasi yang dimiliki oleh berbagai kalangan masyarakat.

Sebagaimana diwartakan, hadirnya Holding Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk sebagai induk, dan PT Pegadaian serta PT Permodalan Nasional Madani (PMN) diyakini akan mampu memperkuat interlink digital di segmen UMKM dan usaha ultra mikro nasional.

"Tentu Holding Ultra Mikro akan dapat memperkuat interlink ekonomi digital ini dengan produk pembiayaannya. Terlebih BRI sudah cukup kuat dengan banyak cabang dan dibantu oleh Pegadaian dan PNM," ujar pengamat perbankan dari Universitas Bina Nusantara Doddy Ariefianto dalam keterangannya, Senin (20/9).

Baca juga: BRI lakukan right issue untuk kembangkan ekosistem Ultra Mikro

Pemerintah melalui Kementerian BUMN menyiapkan rencana strategis jangka panjang penguatan ekosistem usaha UMi melalui kehadiran Holding UMi, yang akan menjadi mitra bagi pelaku usaha wong cilik dengan produk pembiayaan dan pemberdayaan melalui digitalisasi layanan jasa keuangan.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan peresmian Holding UMi menjadi tonggak bersejarah berdirinya holding yang memiliki visi ekonomi kerakyatan.

Holding Ultra Mikro, lanjut Menteri BUMN, dinilai akan memberikan berbagai kemudahan dan biaya pinjaman dana yang lebih murah dengan jangkauan yang lebih luas, pendalaman layanan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca juga: Pengamat: Holding UMi bisa layani segmen usaha ultra mikro secara luas

Baca juga: Ekonom Indef: Holding BUMN ultra mikro bisa melepas jeratan rentenir
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021