Defile penutupan PON Papua penuh suka cita diiringi lagu "Torang Bisa"

Defile penutupan PON Papua penuh suka cita diiringi lagu

Sejumlah penari tampil menghibur penonton saat Upacara penutupan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (15/10/2021). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/aww.

Jayapura (ANTARA) - Atlet dan ofisial masing-masing kontingen bersuka cita dalam defile penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang diadakan di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat, dan diiringi dengan lagu "Torang Bisa".

Mereka berjalan dengan penuh semangat yang beberapa di antaranya mengabadikan momen ini dengan kamera ponsel.

Penuh bahagia, mereka berjalan ke tengah Stadion Lukas Enembe lengkap dengan atribut yang menunjukkan identitas daerah mereka.

Pada akhir defile bendera masing-masing kontingen berkibar di tengah-tengah stadion.

Mereka yang mengikuti defile adalah perwakilan atlet dan ofisial masih bertanding dalam tiga hari sebelum penutupan.

Baca juga: Penyelenggara ingatkan penonton kembang api penutupan PON

Mayoritas atlet yang berlaga dalam PON ini sudah kembali ke daerah masing-masing karena sudah menyelesaikan kompetisi lebih dulu dan untuk mematuhi aturan penyebaran COVID-19 selama pandemi.

Upacara penutupan PON Papua dimeriahkan artis-artis nasional termasuk NOAH, Saykoji, Iwa K, Yura Yunita, Andi Rianto, selain juga selebritas lokal asal Papua seperti Nogei, Blasta Rap Merauke, Kork Papua, M.A.C, dan Manggo Rap.

Penonton upacara penutupan PON, sebagaimana pada pembukaan, juga dibatasi sammpai maksiumum 25 persen dari total kapasitas normal stadion sebanyak 40 ribu orang.

Penonton dan tamu VIP yang akan mengikuti upacara penutupan akan menggunakan undangan sebagai syarat masuk dan bukan lagi menggunakan kartu identitas PON atau gelang.

Tamu VIP akan mempunyai hologram khusus yang diverifikasi oleh pasukan pengamanan presiden.

Baca juga: Mengintip bingkisan untuk penonton di upacara penutupan PON Papua
Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021