PDIP adakan khitanan massal untuk peringati Maulid Nabi

PDIP adakan  khitanan massal untuk peringati Maulid Nabi

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menyambut peserta khitanan massal, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (23/10/2021). (ANTARA/HO-PDIP)

Jakarta (ANTARA) -
DPP PDI Perjuangan mengadakan khitanan massal dengan konsep budaya Betawi dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan menyambut Hari Sumpah Pemuda, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu.
 
Khitanan massal yang diiringi arak-arakan 17 delman itu berangkat dari Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.
 
Masing-masing delman ditumpangi empat anak yang ikut khitanan. Pernak-pernik memenuhi masing-masing delman. Setiap delman berjalan arak-arakan menuju Kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro.
 
Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga Eriko Sotarduga memimpin rombongan tersebut bersama Ketua DPD PDIP DKi Jakarta Adi Wijaya.

Baca juga: PDIP sebut Jokowi tunaikan harapan pendiri bangsa melalui Hari Santri
 
Sementara di kantor pusat partai, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto sudah menunggu.
 
Hasto tampak menggunakan pakaian khas Betawi dengan dominasi warna merah dan putih. Budaya Betawi ditampilkan sesaat rombongan tiba di Kantor DPP PDIP.
 
Menurut Eriko, pelaksanaan acara memadukan tradisi agama dan budaya lokal tersebut sengaja dilakukan sesuai amanat Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
 
"Kami menjalankan pesan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri agar antara budaya lokal dan keagamaan berlangsung dengan baik, dan kita bisa menjalankan ibadah agama dengan baik," kata Eriko dalam siaran persnya.

Baca juga: PDIP ingin wujudkan politik hijau dengan lestarikan pohon langka
 
PDIP tidak bisa mengundang peserta khitanan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, hanya empat anak per delman yang diangkut. Total anak yang menjalani khitanan hanya 68 orang karena harus berdasarkan protokol kesehatan.

"Itulah maka kami hari ini mengadakan sunatan kepada 68 anak yang ada di Jakarta Pusat. Semua kegiatan sesuai dengan protokol kesehatan," jelas Eriko.
 
Namun demikian, Eriko mengatakan pihaknya ingin memberi pesan bahwa kegiatan keagamaan dan budaya lokal bisa berjalan bersamaan.
 
"Kami memadukan dalam menjalankan budaya lokal dan agama bisa seiring sejalan. Itulah yang kita lakukan dalam menyambut Maulid Nabi dan Sumpah Pemuda tahun ini," tambah Eriko.
 
Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Pusat Wa Ode Herlina mengatakan acara khitanan massal ini digelar sebagai bentuk kepedulian dan berbagi sesama masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: PDIP ingin gelorakan pembangunan desa
 
"Semoga acara khitanan massal ini bisa dirasakan warga," kata Wa Ode Herlina.
 
Rida seorang warga yang anaknya ikut khitanan massal mengapresiasi digelarnya khItanan massal karena sangat membantu dan meringankan beban warga yang tidak mampu akibat pandemi COVID-19.
 
"Kami sebagai warga sekitar berterima kasih digelarnya acara khitanan massal ini," kata Rida.

 
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021