Pemkot Surabaya respons positif CC 112 jadi percontohan nasional

Pemkot Surabaya respons positif CC 112 jadi percontohan nasional

Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama jajarannya saat mengunjungi Command Center 112 atau layanan publik mengenai tanggap darurat bencana di gedung Siola, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/11/2021). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya/aa.

Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya merespons positif pelayanan publik berupa Command Center (CC) 112 yang ada di Mal Pelayanan Publik, Gedung Siola, Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi percontohan nasional.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Bakesbangpol Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kota Surabaya Yusuf Masruh di Surabaya, Minggu, menanggapi positif rencana Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang membuat layanan publik CC 112 terintegrasi di lingkup Pemerintah Pusat.

"Dengan adanya pelayanan CC112 seperti di Kota Surabaya, justru akan mempermudah masyarakat di wilayah lain ketika membutuhkan bantuan mendesak," katanya.

Menurut dia, kalau Pemerintah Pusat membuat seperti CC 112, pasti akan banyak yang terbantu dan jangkauannya juga pasti lebih luas. Apalagi, dalam keadaan cuaca ekstrem seperti sekarang dan pandemi sangat diperlukan.

Baca juga: Command Center 112 Surabaya raih penghargaan layanan darurat terbaik

Baca juga: Polrestabes Surabaya uji coba aplikasi Command Center


Yusuf melanjutkan selama ini CC 112 terdapat berbagai satgas yang disiagakan di lapangan, mulai dari Posko Terpadu, Kasatgas, BKO, dan OPD terkait yang mendukung dan menopang CC 112 untuk menanggapi keluhan masyarakat.

"Jadi, warga bisa terfasilitasi, mulai kesulitan dalam hal sosial, ada keluhan soal anak, ada bantuan medis, ada hewan lepas, bahkan hal yang krusial seperti anak tenggelam di sungai, itu kan kita bisa bantu," kata Yusuf.

CC 112 memiliki 22 orang petugas strategis, mulai dari jajaran Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP), Dinas Pemadam Kebakaran (PMK), Satpol PP, Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Perhubungan (Dishub), dan masih banyak lainnya.

"Karena CC ini harus 24 jam, maka dibagi tiga shift. Kaki tangannya kan ada di posko-posko terpadu itu. Malam pun banyak yang meminta bantuan, seperti medis dan lain sebagainya," ujarnya.

Yusuf menambahkan ke depannya CC 112 akan terus melakukan evaluasi agar masyarakat bisa terlayani dengan baik secara berkelanjutan, karena dengan layanan CC 112, masyarakat dapat terfasilitasi dengan baik ketika dalam keadaan terdesak.

"Misal, butuh bantuan ambulans, itu bisa cepat. Kalau zaman dulu kan bisa lama kalau butuh ambulans. Apalagi, di saat pandemi seperti ini, Command Center pastinya sangat bermanfaat," katanya.

Baca juga: Wali kota peserta Rakor Apeksi kagumi "Command Center 112" di Surabaya

Mensos Tri Rismaharini bersama jajaran dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI sebelumnya mengunjungi CC 112 di Gedung Siola, Surabaya.

Pada kunjungannya, Mensos Risma yang juga mantan Wali Kota Surabaya itu menunjukkan kecanggihan sistem layanan publik kota Pahlawan ke jajarannya untuk diaplikasikan di Pemerintahan Pusat.

Mensos Risma mengatakan pelayanan publik CC 112 di Kota Surabaya itu bisa dijadikan contoh untuk Pemerintah Pusat. Karena, dengan layanan ini Pemerintah Pusat dapat cepat tanggap, mengetahui, mendengar dan membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan atau keluhan.

"Nanti mau bikin semacam CC yang bisa menampung seluruh keluhan masyarakat. Karena, selama ini kan keluhan masyarakat itu tidak terintegrasi dan terkelola dengan baik," kata Mensos Risma.
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021