Kemendikbudristek : Pandemi hadirkan peluang kembalikan kearifan lokal

Kemendikbudristek : Pandemi hadirkan peluang kembalikan kearifan lokal

Tangkapan layar pergelaran "Napas Jiwa" pada pembukaan puncak Pekan Kebudayaan Nasional 2021 (19-26 November 2021), Selasa (23/11/2021). (ANTARA/Hari Atmoko)

Jakarta (ANTARA) - Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid mengatakan pandemi COVID-19 menghadirkan kembali peluang kearifan lokal Tanah Air yang bisa membuat masyarakat bertahan ribuan tahun.

“Pandemi menghadirkan peluang untuk menggali kembali Cerlang Nusantara, yakni kearifan lokal yang membuat kita bertahan sebagai warga negeri kepulauan ini selama ribuan tahun. Kembali kita perlu menoleh pada praktik sosial vernakular yang terbukti menghasilkan tata hidup berkelanjutan,” ujar Hilmar Farid dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Baca juga: PKN angkat konten tentang keelokan kebudayaan Indonesia

Dia menambahkan melalui penggalian kembali itu dapat mengembalikan keseimbangan makrokosmik, yakni pemberdayaan kearifan lokal sebagai pendekatan terpadu dari bawah untuk menjamin pemenuhan kebutuhan paling pokok manusia, sandang, pangan, papan.

“Inilah visi besar yang dibawa oleh Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2021,” katanya.

Sandang, pangan dan papan, kata dia, pada dasarnya tidak terpisahkan. Ketiganya membentuk kesatuan hidup manusia. Sandang tidak hanya soal pakaian, tetapi juga soal hidup yang baik. Pangan tidak hanya soal makanan dan minuman, tetapi juga soal kesehatan raga dan jiwa. Papan bukan hanya soal rumah, tetapi juga soal mengelola ruang hidup bersama.

“Pemenuhan atas ketiganya adalah syarat minimal bagi kehidupan yang bermartabat. Martabat itu baru akan mengemuka jika kehidupan kita memberikan dampak baik pada semua, termasuk lingkungan alam sekitar,” terang dia.

Semua itu terhubung satu sama lain, yakni tidak ada pemenuhan atas sandang, pangan, dan papan, tanpa perwujudan tata hidup baru yang bermartabat, yang mengangkat derajat seisi dunia, yang memuliakan alam dan kearifan lokal. Perbaikan yang bersifat sektoral penting untuk dilakukan, tetapi tidak banyak artinya tanpa perubahan cara hidup.

Baca juga: Kemendikbudristek: Pekan Kebudayaan Nasional 2021 akan dibuka Presiden

Baca juga: PKN 2021 angkat tema "Cerlang Nusantara Pandu Masa Depan"

PKN 2021, terang dia, merupakan festival dengan misi, yakni mengolah inspirasi cemerlang kearifan lokal untuk menjawab tantangan kekinian. Misi itu tercermin dalam keseluruhan rangkaian PKN 2021 dan puncaknya penutupan PKN 2021, Jumat (26/11) malam.

Sejumlah tarian diangkat pada penutupan dan juga khazanah batik dan songket. Juga pengenalan kuliner Nusantara serta pertunjukan tari dari negeri sahabat. Kemudian, tayangan “Kearifan Lokal dalam Rumah Modern”.

“Melalui tayangan ini, kita dapat kembali mengapresiasi bagaimana kebudayaan Nusantara masih menetap, bahkan dalam pola arsitektur modern yang kita jumpai sehari-hari,” ujar Hilmar.

Pewarta : Indriani
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021