Menhan: tangkal terorisme dengan program bela negara

Menhan: tangkal terorisme dengan program bela negara

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan LKBN Antara di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (18/5/2018). (ANTARA /Aprillio Akbar)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan penyebaran paham terorisme dapat ditangkal dengan penanaman nilai-nilai cinta tanah air serta kebangsaaan dalam program bela negara.

"Paham terorisme itu adanya di pola pikir, mindset. Otak kita yang didoktrin. Maka untuk menangkal pola pikir yang salah itu, kita tanamkan pula pemikiran tentang kebanggaan, cinta tanah air, kebangsaan. Kalau sudah tumbuh rasa bangga, cinta tanah air, tidak akan mereka melakukan aksi teror," katanya menjawab pertanyaan Antara di Jakarta, Jumat.

Ryamizard mengakui tidak mudah menanamkan sebuah nilai atau paham tertentu.

"Karena itu, bela negara harus mulai diperkenalkan dan ditanamkan sejak usia dini. Tentu pendekatan dan materinya disesuaikan, secara bertahap. Sehingga rasa bangga, cinta tanah air, dan rasa kebangsaan itu tertanam kuat," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu.

Mantan Pangdam Jaya itu menuturkan, penanganan terorisme tidak dapat dilakukan melalui pendekatan represif semata, namun harus menyeluruh meliputi semua aspek pendekatan, antara lain dengan menanamkan nilai-nilai cinta tanah air melalui bela negara.

"Kekuatan represif hanya memenangkan satu persen, sedangkan penanganan melalui pendekatan persuasif dan penanaman nilai-nilai pada pikiran atau pemikiran, dapat memenangkan hingga 99 persen," katanya mengutip pakar terorisme dari Jerman.

Bela negara, lanjut dia, jika dijalankan dengan baik dan serius mampu menangkal pemahaman-pemahaman radikal seperti terorisme dan komunisme.

"Semua butuh kerja sama semua komponen bangsa untuk memantapkan bela negara sebagai salah satu upaya menangkal paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, seperti terorisme dan komunisme," kata mantan Panglima Kodam V Brawijaya itu.

Ia mengatakan kementerian akan merumuskan program bela negara yang lebih luas cakupannya, mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini hingga tingkat perguruan tinggi.

"Tahun lalu, kader bela negara mencapai 82 juta. Tahun ini kami targetkan 87 persen. Dan pada akhir tahun ditargetkan 100 juta kader, yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Menteri Pertahanan.
 
Pewarta : Rini Utami
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018