Anggota DPR: Program "on farm" Bulog bantu petani

Anggota DPR: Program

Ilustrasi petani menggarap sawah. (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VI DPR RI Slamet menyatakan program on farm atau pembudidayaan mandiri, kemitraan, dan sinergi yang dilakukan oleh Bulog di sejumlah daerah perlu didukung dan diperkuat karena akan sangat membantu petani.

"Program Bulog ini harus diberikan penguatan, khususnya di beberapa daerah dan provinsi ini sudah berjalan programnya," kata Slamet dalam rilis, Senin.

Slamet mengemukakan hal tersebut ketika bersama Tim Komisi VI DPR melakukan kunjungan kerja spesifik ke Bulog Divre Sumatera Barat, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, dengan program tersebut maka ke depannya petani tidak ada lagi yang mengeluh mengenai harga gabah yang rendah atau dimainkan oleh pihak tengkulak.

Hal tersebut, lanjutnya, karena seluruh kegiatan usaha tani didanai dan dikelola langsung oleh Bulog di lahan milik sendiri serta lawan sewa yang berasal dari pihak lain.

Politisi PKS itu memaparkan, kegiatan kerja sama usaha tani antara Bulog dengan mitra kerja on farm dengan kewajiban Bulog memberikan paket pinjam, dan kewajiban mitra membayar kembali pascapanen.

Ia juga mengutarakan harapannya agar Bulog semakin profesional dan bisa mewujudkan berbagai program yang terkait dengan on farm.

Sebelumnya, Bulog Divisi Regional Sumatera Barat akan mengembangkan program usaha tani atau on farm untuk membantu petani meningkatkan produksi melalui pendampingan sehingga beras lokal yang bisa diserap oleh perusahaan negara itu bisa meningkat sesuai target.

"Saat ini program on farm sudah dimulai di Pesisir Selatan, bekerjasama dengan TNI. Selanjutnya akan dikembangkan di Solok dan Bukittinggi," kata Kepala Bulog Divre Sumbar, Anwar di Padang, Minggu (24/3).

On farm adalah kegiatan usaha budi daya komoditas, salah satunya padi yang dilakukan oleh perum Bulog dengan menggunakan pola mandiri, kemitraan, dan sinergi.

Program itu juga merupakan kegiatan hulu bersama dengan "jaringan semut" untuk menghimpun gabah/beras dari kelompok tani dan gapoktan yang hasilnya akan diolah oleh unit pengolahan gabah (UPGB) Perum Bulog sebagai upaya untuk memperkuat pasokan bahan baku.

Upaya itu relevan dengan pegembangan strategi Perum Bulog untuk mengintegrasikan tata niaga gabah/beras dari hulu ke hilir.

Baca juga: Bulog serap 110.000 kg jagung petani di atas harga acuan
Baca juga: Bulog berharap tetap jadi pemasok beras untuk BPNT
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019