EU: pekan mendatang akan penting bagi perundingan Brexit

EU: pekan mendatang akan penting bagi perundingan Brexit

Pengunjuk rasa anti-Brexit Steve Bray berunjukrasa di luar Houses of Parliament di London, Inggris, Rabu (3/4/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Hannah McKay/cfo

Paris (ANTARA) - Hasil pembicaraan antara Perdana Menteri Inggris Theresa May dan partai oposisi, Partai Buruh, untuk memecahkan kebuntuan mengenai keluarnya Inggris (Brexit) dari Uni Eropa (EU) dapat diketahui pekan depan, kata kepala perunding UE pada Minggu.

"Pekan ini akan sangat penting. Kami akan memiliki hasil perundingan antara Partai Buruh dan pemerintahan Theresa May. Apakah pembicaraan ini akan menghasilkan sesuatu?" kata Michel Barnier di televisi LCI.

Seorang wanita juru bicara bisnis untuk Partai Buruh mengatakan pada Minggu pagi bahwa pembicaraan itu berlangsung produktif tetapi pemerintah perlu melakukan penyesuaian-penyesuaian.

Barnier mengatakan pembicaraan antara Partai Buruh dan pemerintah Inggris tidak mempersoalkan kesepakatan penarikan 600 halaman yang dirundingkan antara blok itu dan pemerintah Inggris.

"Kedua pihak sepakat bahwa perjanjian itu, yang kami miliki, merupakan satu-satunya yang mungkin...perjanjian yang kami telah capai tak dapat dinegosiasikan."

"May setuju, juga (pemimpin Partai Buruh) Jeremy Corbyn. Apa yang dapat kita rundingkan dan perbaiki merupakan deklarasi politik yang mendefinisikan hubungan di masa mendatang dengan Inggris," kata Barnier.

Ketika ditanya apakah para pemilih di Inggris akan ikut serta dalam pemilihan parlemen UE pada akhir Mei, Barnier mengatakan ya, jika tidak ada perjanjian dicapai sebelum pemilihan.

"Berdasarkan peraturan yang ada, setiap negara anggota EU, dalam hal ini Inggris hingga meninggalkan (blok itu) harus menyelenggarakan pemilihan, bahkan jika hanya untuk melindungi hak-hak warga negara, termasuk orang-orang Eropa yang punya hak untuk memberikan suara di London," kata Barnier.

Sumber: Reuters
Pewarta : Mohamad Anthoni
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019