Bank sentral Inggris pertahankan suku bunga 0,75 persen

Bank sentral Inggris pertahankan suku  bunga  0,75 persen

Gedung Bank Sentral Inggris (BoE) di Threadneedle St, London EC2R 8AH, Britania Raya. (Foto: Istimewa)

London (ANTARA) - Bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) mempertahankan suku bunga acuannya tak berubah di 0,75 persen pada Kamis (2/5/2019), sementara menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk 2019 pada 1,5 persen.

Para ahli dan komentator memperkirakan bahwa bank sentral akan merespons dengan pendekatan tunggu dan lihat, karena Inggris masih dalam periode ketidakpastian Brexit.

Howard Archer, Kepala Penasihat Ekonomi EY ITEM Club, sebuah kelompok prakiraan ekonomi di London, mengatakan kepada Xinhua: "Jelas Brexit telah membebani keputusan untuk mempertahankan suku bunga di 0,75 persen."

"Jelas sekali bank tidak pasti tentang Brexit dan telah mengadopsi pendekatan menunggu dan melihat dengan apa yang terjadi pada Brexit sekarang, karena tenggat waktu telah diperpanjang dan bagaimana itu akan mempengaruhi perekonomian," kata Archer.

Archer mengatakan bahwa sikap bank sentral akan terus bergantung secara signifikan pada sifat dan waktu penarikan, khususnya pengaturan perdagangan baru dan apakah transisinya kasar atau mulus, dan bagaimana rumah tangga, bisnis, dan pasar keuangan merespon.

Baca juga: Bursa saham Inggris jatuh, Indeks FTSE 100 ditutup turun 33,95 poin

"Komentar-komentar lalu oleh Gubernur BoE Mark Carney telah menyatakan bahwa ia berpikir bahwa kemungkinan besar ekonomi akan membutuhkan stimulus jika tidak ada kesepakatan Brexit. Dengan demikian menunjukkan bahwa penurunan suku bunga akan lebih mungkin daripada kenaikan," kata Archer.

Archer menambahkan bahwa bank sentral telah mengeluarkan peringatan kepada pasar untuk menilai kenaikan suku bunga berjangka di waktu mendatang, terutama jika Brexit berjalan mulus di mana ada lebih sedikit gangguan perdagangan daripada di bawah tidak ada kesepakatan Brexit.

"Pesan dari BoE adalah bahwa jika ada transisi yang mulus, maka pasar hampir pasti mengabaikan tingkat pengetatan moneter yang akan dibutuhkan," kata Archer.

"Kenaikan suku bunga berjangka akan terbatas dan bertahap, menurut bank sentral, tetapi tidak terbatas dan bertahap seperti yang pasar perhitungkan saat ini," tambah Archer.

Baca juga: Kurs dolar AS menguat setelah pertemuan kebijakan Federal Reserve

Baca juga: Harga emas jatuh terendah dalam empat bulan pasca-pernyataan Fed

Baca juga: Wall Street ditutup jatuh untuk hari kedua setelah keputusan The Fed


 
Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019