PKR minta penyebaran video intim dihentikan

PKR minta penyebaran video intim dihentikan

Haziq Aziz (I)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Partai Keadilan Rakyat (PKR) meminta penyebaran video hubungan intim yang diduga dilakukan oleh orang mirip menteri di Kabinet Pakatan Harapan dihentikan.
“Keadilan mengharapkan agar penyebaran video yang sedang disebarkan dan dibicarakan oleh umum dihentikan serta-merta,” ujar Sekjen PKR Datuk Seri Saifuddin Nasution bin Ismail, Rabu.
Saifudin tegas dan konsisten menolak semua bentuk permainan politik kotor terutama karena pemerintah baru Pakatan Harapan telah dipilih oleh rakyat atas semangat agenda reformasi untuk membantu rakyat dan membangun negara.
“Gaya dan cara berpolitik seperti ini tidak membawa keuntungan apapun kepada masyarakat dan negara,” kata menteri di Kabinet Pakatan Harapan tersebut.
Partai Keadilan sebagai salah satu partai komponen Pakatan Harapan, ujar dia, akan terus fokus membantu pemerintah Persekutuan meletakkan dasar-dasar dan program untuk rakyat.
Sementara itu Gabungan Ketua-Ketua Angkatan Muda Keadilan (AMK) Selangor mendesak Dato' Seri Shamsul Iskandar Mohd Akin, Wakil Menteri Industri Utama agar menghentikan tugas Haziq Abdul Aziz selaku staf ahli kementerian.
Pernyataan tersebut menyusul pernyataan Haziq bahwa dia mengaku terlibat dalam video intim sesama jenis yang diyakini palsu merusak citra orang ternama negara.
“Kami berpendapat imej Kementerian dan Pemerintah Malaysia terdampak karena konspirasi terancang yang mirip terjadi 20 tahun lalu. Sewajarnya Haziq tidak lagi dibenarkan berhubungan resmi dengan lembaga dan juga masyarakat demi menjaga kredibilitas kementerian,” kata Ketua AMK Selangor M.U Raja.
Sementara itu Wakil Ketua Angkatan Muda Keadilan Malaysia Hilman Idham menyatakan akan menyelenggarakan Majlis Solat Hajat & Bacaan Yaasin menolak Fitnah.
Acara diselenggarakan Rabu, 12 Jun 2019 usai Sholat Maghrib Berjamaah di Kediaman Resmi Dato’ Menteri Besar Selangor, Bukit Megawati, Seksyen 7, Shah Alam.

 

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019