Korsel: Tuduhan Jepang soal pelanggaran sanksi Korut "tantangan besar"

Korsel: Tuduhan Jepang soal pelanggaran sanksi Korut

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan istrinya Kim Jung-sook tiba menjelang Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang, Kamis (27/6/2019). (REUTERS/JORGE SILVA)

Seoul (ANTARA) - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in,Senin, mengatakan tuduhan Jepang bahwa Korea Selatan telah melanggar sanksi internasional dengan mengekspor produk-produk terlarang ke Korea Utara merupakan sebuah "tantangan besar" bagi Seoul.

Moon memperingatkan pada pertemuan dengan para ajudan senior bahwa pemberlakuan pembatasan ekspor material berteknologi tinggi oleh Jepang baru-baru ini untuk Korea Selatan akan mengakibatkan kerugian yang lebih besar bagi perekonomian Jepang. Pihaknya juga mendesak Tokyo untuk melanjutkan pembicaraan.

Jepang memperketat pembatasan ekspor tiga material yang digunakan dalam peralatan canggih, mengutip apa yang disebut Tokyo "manajemen buruk" dari barang-barang rahasia yang diekspor ke Korea Selatan.

Pembatasan itu dianggap sebagai respons terhadap putusan pengadilan Korea Selatan yang memerintahkan perusahaan-perusahaan Jepang untuk memberikan kompensasi kepada buruh kerja paksa di masa perang.

Sumber: Reuters

Baca juga: Seruan-seruan boikot produk Jepang di Korea Selatan merebak

 
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019