Enam jamaah calon haji Banten gagal berangkat

Enam jamaah calon haji Banten gagal  berangkat

Kepala Bidang Urusan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Banten H Machdum Bachtiar (Mulyana)

Serang (ANTARA) - Enam orang jamaah calon haji asal Provinsi Banten gagal berangkat ke tanah suci Mekkah, karena dua orang di antaranya meninggal dunia, tiga lainnya sakit dan satu orang karena hamil.

"Atas rekomendasi dari dokter, tiga orang yang sakit dan satu ibu hamil dilarang untuk berangkat. Sedangkan dua orang lainnya meninggal dunia sebelum berangkat," kata Kepala Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Banten Machdum Bachtiar di Serang, Rabu.

Ia mengatakan, dua orang jamaah calon haji yang gagal berangkat karena meninggal dunia yakni atas nama Erfin Azhari Abdul Rochim (52) yang meninggal di asrama haji Pondok Gede. Kemudian satu orang lagi yang meninggal dunia atas nama Eni Aminudin Hasan (60), keduanya calon jamaah haji asal Kabupaten Serang.

"Jadi sampai saat ini ada enam jamaah calon haji asal Banten yang gagal berangkat. Dua di antaranya meninggal dunia sebelum ke tanah suci. Sudah delapan kloter yang diberangkatkan dari 26 kloter jamaah calon haji asal Banten," kata Machdum.

Sedangkan empat orang lainnya yang gagal berangkat atas nama Pratika Kurnia Ika Sari asal Kabupaten Tangerang karena hamil, Marian Husen Gembang asal Kabupaten Tangerang gagal berangkat karena sakit, Muhamad Zaman Ibrahim asal Kota Tangerang dan Elvina Herliani Syamsi asal Kota Tangerang.

Machdum mengatakan, jamaah calon haji asal Provinsi Banten pada musim haji 2019 atau 1440 H seluruhnya berjumlah 9.948 orang yang terdiri atas 3.537 laki-laki dan 4.611 perempuan. Jumlah calon haji tersebut terbagi dalam 26 kloter dan sudah diberangkatkan sebanyak delapan kloter.

Ia berpesan kepada calon haji agar memanfaatkan waktu dengan baik untuk beribadah serta menjaga kesehatan selama di tanah suci Mekkah, sebab kesempatan untuk naik haji saat ini sangat sulit karena harus menunggu bertahun-tahun meskipun uang atau ongkosnya sudah ada.

"Untuk di Banten ini daftar tunggu (waiting list) mencapai 21 tahun. Jadi kalau mendaftar haji tahun ini, maka menunggu untuk keberangkatan selama 21 tahun," kata Machdum.

Oleh sebab itu, ia meminta jamaah calon haji agar benar-benar memanfaatkan kesempatan dengan baik untuk melaksanakan ibadah haji, sehingga pulang ke tanah air mendapatkan predikat haji mabrur.

Selain itu, kata dia, karena kondisi cuaca di makah saat ini sangat panas yakani sekitar 40 derajat celcius, maka disarankan kepada jamaah calon haji agar memperbanyak minum air putih untuk menjaga kesehatan serta menghindari dehidrasi.

" Rata-rata usia jamaah calon haji di kita ini diatas 50 tahun karena 'waiting list' yang lama, sehingga beresiko tinggi terhadap ganguan penyakit. Untuk itu agar mematuhi segala ketentuan yang disarankan serta harus selalu berupaya memakai alat pelindung diri (APD)," katanya.

Baca juga: 393 calon haji kloter pertama Tangerang diberangkatkan
Baca juga: Kemenag dorong Pemprov Banten miliki Asrama Haji
Baca juga: Jamaah haji Banten meninggal tujuh orang
Pewarta : Mulyana
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019