BKSDA: Tiga ekor gajah Sumatera resahkan warga Batanghari

BKSDA: Tiga ekor gajah Sumatera resahkan warga Batanghari

Dokumentasi. Salah satu gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) liar yang masuk ke kebun warga Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, akibat kebakaran di habitatnya di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). (ANTARA/HO-BBKSDA Riau)

Jambi (ANTARA) - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi berencana akan melumpuhkan dengan cara tembakan bius agar bisa memindahkan tiga ekor gajah Sumatera  yang saat ini telah meresahkan warga di Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari.

Kepala BKSDA Jambi, Rahmad Saleh, di Jambi Rabu mengatakan upaya yang akan dilakukan pihak BKSDA adalah pemindahan gajah tersebut ke habitatnya karena hewan bertubuh besar itu sudah ke luar dari kawasan habitatnya di dalam hutan masuk ke perkebunan warga.

Pihak BKSDA Provinsi Jambi masih menanti kedatangan tim medis dan penembak yang rencananya akan didatangkan dari Provinsi Aceh dan Riau untuk memburu tiga ekor gajah Sumatera tersebut.

"Tiga ekor gajah jantan itu saat ini masih diburu oleh tim dari BKSDA Jambi, untuk mendapati pasti lokasi keberadaan gajah tersebut sebelum dibius menggunakan tembakan yang nantinya akan langsung di pindahkan atau dikembalikan ke habitatnya," kata Rahmad Saleh.

Selanjutnya, ketiga ekor gajah liar itu nantinya akan dikembalikan ke habitatnya di kawasan Kabupaten Tebo. Namun dirinya mengaku saat ini proses pemindahan itu masih terkendala fasilitas tim medis.

"Kita masih nunggu tim penembak dan peluru bius khusus untuk memburu gajah dari BKSDA Riau," katanya.

Sementara itu, data dari BKSDA Provinsi Jambi konflik antara gajah dan masyarakat sebanyak 280 kasus dalam satu tahun. Dan, untuk saat ini populasi gajah di Jambi mencapai 159 ekor yang tersebar di tiga kawasan yakni Tebo, PT Reki dan TNKS di Sungai Penuh.

 
Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019