"Safe School" hadir di wilayah terdampak kabut asap karhutla

Dompet Dhuafa mencanangkan sekolah aman asap atau safe school di daerah terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan. ANTARA/HO Dompet Dhuafa/am.

Jakarta (ANTARA) - Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mencanangkan pembuatan "safe school" di wilayah terdampak kabut asap karhutla (kebakaran hutan dan lahan) agar kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak setempat tetap berjalan.

"Jadi akan ada satu atau dua ruang kelas yang dilengkapi fasilitas, seperti di 'safe house', yaitu berupa ruangan yang bebas asap. Kemudian adanya tabung oksigen, air purifier, dan tempat istirahat," kata Direktur DMC Dompet Dhuafa, Benny, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ruang belajar yang aman dari asap tersebut merupakan perwujudan konsep "safe house" yang telah terlebih dahulu dilakukan Dompet Dhuafa di beberapa wilayah terdampak kabut asap karhutla.

Selain menyediakan ruang bebas asap, "safe school" juga akan dilengkapi dengan kegiatan sosialisasi edukasi seputar bencana kabut asap.

Baca juga: Bank Indonesia ungsikan keluarga pegawai akibat asap karhutla di Riau

Kolaborasi dengan cabang Dompet Dhuafa setempat maupun pihak berwajib, memungkinkan untuk adanya program tambahan, seperti pemantauan dan pemeriksaan kesehatan.

Seniman muda Indonesia, yakni Chiki Fawzi, Meda Kawu, dan Vira Talisa, akan turut mengenalkan dan mengampanyekan program sekolah aman tersebut kepada warganet, melalui jagat media sosial.

Tim DMC Dompet Dhuafa juga masih fokus terhadap pemadaman kebakaran hutan dan lahan, serta membantu masyarakat yang terpapar oleh asap karhutla.

Hingga Kamis (19/9),  6.391 masker dibagikan di Riau, sedangkan di wilayah Sumatera Barat telah dibagikan 1.480 masker, Sumatera Selatan 4.000 masker, pendirian dua pos darurat, hingga dua titik pemadaman.

Di wilayah Kalimantan Tengah telah terdistribusikan 24.000 masker dan satu titik pemadaman, sedangkan di wilayah Kalimantan Timur telah didistribusikan 3.042 masker dengan dua titik pemadaman, serta edukasi penyakit Insfeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

"Total penerima manfaat telah mencapai 38.978 jiwa," ujar Henny.

Baca juga: Cara mencuci hidung untuk cegah iritasi akibat asap karhutla
Baca juga: Personel satgas karhutla Ogan Komering Ilir periksa kesehatan
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019