Pengelola kebun sawit ditangkap karena bakar lahan di Barito Utara

Pengelola kebun sawit ditangkap karena bakar lahan di Barito Utara

Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Metheus Siregar (tengah) bersama tersangka pembakar lahan untuk kebun sawit menggelar jumpa pers di mapolres setempat di Muara Teweh, Selasa (24/9/2019). (ANTARA/Kasriadi)

Muara Teweh (ANTARA) - Seorang pengelola kebun sawit berinisial IS warga RT 09 Blok Kemitraan, Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, ditangkap polisi karena diduga membakar lahan untuk penanaman sawit.

Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar di Muara Teweh, Selasa membenarkan, pihaknya menahan tersangka IS, setelah mendapatkan laporan masyarakat adanya kebakaran lahan milik Antonius Kote yang dikelola oleh IS.

"Dua personel Polsek Bukit Sawit mengecek, ternyata benar ada lahan terbakar. Tersangka mengakui telah membakar lahan tersebut," tambahnya.

Dostan mengatakan, pembakaran lahan oleh IS di lokasi kebun milik Antonius Kose terjadi pada 28 Agustus 2019 sekitar pukul 18.00 WIB.

Tersangka menggunakan karet ban dalam (ucus) sepeda motor yang dipotong-potong menjadi beberapa bagian lalu dibakar dengan korek api.

"Tersangka membakar seorang diri. Lahan terbakar sekitar 1,5 hektare," katanya.

Tersangka Is dikenakan pelanggaran Pasal 187 jo Pasal 188 KUHPidana. Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun, jika perbuatan tersebut menimbulkan bahaya umum bagi barang atau Pasal 25 ayat (1) Perda Kalteng Nomor 5/2019 tentang Pengendalian Kebakaran Lahan atau Hutan diancam kurungan paling lama enam bulan dan denda paling banyak Rp5 juta.

IS sebelum dijadikan tersangka mengatakan, ia membakar lahan dengan cara menyekat dan memastikan bahwa api sudah padam. Tetapi belakangan, seseorang bernama Aryo melaporkan soal pembakaran lahan.

"Saya mau memberikan ganti rugi lahan terbakar milik Aryo, tetapi dia bersikeras meminta Rp60 juta," ujar IS di Mapolres setempat.
Pewarta : Kasriadi
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019