Konjen RI Sabah resmikan lagi sekolah anak TKI

Konjen RI Sabah resmikan lagi sekolah anak TKI

Murid sekolah anak TKI di CLC Nusantara Sandakan upacara memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 di halaman sekolahnya, Sabtu (17/8).

Nunukan (ANTARA) - Demi memperluas akses layanan pendidikan dasar bagi anak-anak warga negara Indonesia yang bekerja di Sabah Malaysia, Konjen RI Kota Kinabalu meresmikan satu lagi sekolah untuk anak-anak TKI.

Sekolah anak TKI bernama Community Learning Center (CLC) yang berada di perusahaan kelapa sawit Ladang Gedau sekira 150 kilo meter dari Kota Sandakan.

Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Krishna Djelani yang meresmikan langsung sekolah anak TKI tersebut melalui siaran persnya, Rabu, menyatakan keberadaan CLC pada ladang-ladang perkebunan kelapa sawit di wilayah kerjanya sangat membantu pendidikan anak-anak pekerja migran asal Indonesia.

Jumlah CLC di Negeri Sabah tercatat telah mencapai ratusan buah dan sebagian telah menelorkan lulusan yang telah melanjutkan pendidikan pada tingkatan di atasnya di SIKK Kota Kinabalu dan sejumlah sekolah di Indonesia.

Peresmian CLC Ladang Gedau ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Konjen RI Kota Kinabalu bersama-sama dengan Chief Operations Officer (COO) Lai Fook Kim (LFK) Groups, Tn Mohd Izwan Wasandan Bin Abdullah.

Baca juga: KRI Tawau dorong TKI sekolahkan anak hingga perguruan tinggi

Baca juga: Ratusan anak TKI di Sabah lanjutkan pendidikan di Indonesia


Acara dihadiri oleh sejumlah pengurus ladang di bawah syarikat LFK Groups, anggota komite sekolah, para guru dan siswa serta orangtua siswa.

Hadir pula pada kesempatan tersebut PF Pensosbud KJRI Kota Kinabalu, Kepala SIKK dan Koordinator Penghubung CLC Wilayah Kerja KJRI Kota Kinabalu.

Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Krishna menambahkan sangat mengapresiasi peran serta pengurus ladang menyediakan layanan pendidikan bagi pekerjanya asal Indonesia.

"Terima kasih kepada manajemen Ladang Gedau, LFK Groups, yang telah memfasilitasi dan menyediakan sarana layanan pendidikan bagi anak-anak pekerja Indonesia yang bekerja di Ladang Gedau," ujar dia.

Selanjutnya, Krishna menyatakan bahwa pendidikan merupakan kebutuhan sekaligus hak azasi setiap anak.

Hal ini sejalan dengan Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Children), Pemerintah Indonesia dan Malaysia tentunya berkomitmen mendukung setiap upaya untuk memenuhi hak pendidikan.*

Baca juga: 165 anak TKI ikut olimpiade sains kuark (OSK) di Sabah

Baca juga: Konsulat RI di Tawau antisipasi pernikahan dini anak TKI

Baca juga: Ribuan anak TKI ikuti USBN di Negeri Sabah Malaysia
Pewarta : Rusman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019