Balai bahasa catat 414 bahasa daerah Papua

Balai bahasa catat 414 bahasa daerah Papua

Peneliti Ahli Muda Balai Bahasa Papua, Yohanis Sanjoko. ANTARA/Musa Abubar

Jayapura (ANTARA) - Balai Bahasa Papua mencatat 414 bahasa daerah baru baik di Provinsi Papua maupun di Papua Barat sejak 2008 hingga 2019.

"Data terakhir terkait bahasa daerah hingga 2018 lalu itu kami mengolah data kebahasaan daerah di Papua, setelah dianalisis ternyata ada sekitar 384 bahasa daerah," kata Peneliti Ahli Muda Balai Bahasa Papua, Yohanis Sanjoko di Jayapura, Sabtu.

Yohanis menjelaskan, dari 384 bahasa daerah itu dengan rincian 294 bahasa daerah itu di Provinsi Papua, kemudian 90 di antaranya itu ada di Provinsi Papua Barat.

"Terakhir kami mengambil data lagi di April 2019 lalu, kami mengambil 45 daerah penelitian sebagai sampel. Dari 45 daerah itu, 35 daerah di antaranya kami ambil di Provinsi Papua," ujarnya.

Baca juga: Menyusut, penutur bahasa lokal Jayapura
Baca juga: Yohana ajak lestarikan bahasa daerah Papua

Dari 45 daerah penelitian itu, kata dia, pihaknya mengambil sebagian di daerah perbatasan di wilayah Kabupaten Boven Digoel, di Kabupaten Merauke, kemudian sebagian di Kabupaten Yahukimo, kemudian sebagian lagi di Kabupaten Asmat, Waropen, Timika.

Kemudian, di wilayah Provinsi Papua Barat yakni di Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Sorong, Fakfak dan Manokwari.

Lanjut dia, setelah diolah lagi ternyata ada 25 bahasa daerah baru. Kemudian, delapan daerah penelitian di Provinsi Papua Barat ternyata ada ternyata ada lima bahasa daerah.

"Berarti bertambah, sehingga total bahasa daerah yang baru ditemukan sebanyak 414 bahasa daerah/lokal yang baru," ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar bahasa daerah di Papua dan Papua Barat penuturnya semakin sedikit, terkadang antara 50 sampai 200 orang penutur saja.

Baca juga: Majelis Rakyat Papua agendakan wawancara cagub dengan bahasa daerah
Baca juga: Telah terbit lima kamus bahasa Papua
Baca juga: Sebagian bahasa daerah Papua terancam punah

Pewarta : Musa Abubar
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019