Akademisi: Penyidik Polri aniaya saksi harus diproses secara hukum

Akademisi: Penyidik Polri aniaya saksi harus diproses secara hukum

Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Budiman Ginting,SH (ANTARA/HO)

Medan (ANTARA) - Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Budiman Ginting SH mengatakan oknum penyidik Polsek Percut Sei Tuan, Polrestabes Medan yang menganiaya Saksi Sarpan (57) tukang bangunan harus diproses secara hukum.

"Selain itu oknum penyidik tersebut perlu diperiksa terlebih dulu oleh pihak provost, apakah sewaktu menjalankan tugas dalam keadaan sehat atau tidak (baik lahir maupun bathin)," ujar Budiman, di Medan, Minggu.

Ia menyebutkan, jika penyidik itu dalam keadaan sehat, maka oknum polisi yang bersangkutan perlu diketahui secara keilmuan apakah seorang profesional di bidangnya atau tidak.

"Karena polisi yang langsung berhubungan dengan masyarakat, dan ke depan diharapkan jangan ada lagi petugas yang seperti itu," ujarnya.

Budiman mengatakan, kemudian perbuatan penyiksaan kepada seorang yang akan dijadikan saksi, dan oknum polisinya harus dijatuhi sanksi sesuai aturan yang berlaku.

"Kapolda Sumut harus segera turun tangan, karena perbuatan tersebut telah mencemarkan nama baik institusi Polri," katanya.

Sebelumnya, Kompol Otniel Siahaan dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Percut Sei Tuan dan digantikan oleh AKP Ricky Pripurna Atmaja yang diamanahkan sebagai Pejabat Sementara (PS).

Pencopotan jabatan ini merupakan buntut dari penyelidikan dugaan penganiayaan terhadap seorang saksi pembunuhan yang terjadi di sel tahanan polsek setempat.

"Kapolsek sudah diserahterimakan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Armaja yang dikonfirmasi Kamis (8/7) malam.

Selain itu, kata Tatan, ada delapan orang personel Polsek Percut Sei Tuan yang juga ditarik ke Polrestabes untuk sidang disiplin.

Sebelumnya, seorang tukang bangunan bernama Sarpan (57) mengaku telah menjadi korban penyiksaan saat berada di sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan, Polrestabes Medan. Akibat peristiwa itu, warga Jalan Sidomulyo, Pasar IX, Dusun XIII, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang ini menderita luka di sekujur tubuh dan wajahnya.

Baca juga: Polda Sumut selidiki dugaan oknum polisi pukul saksi saat pemeriksaan

Baca juga: Kapolsek Percut Sei Tuan diperiksa terkait dugaan penganiayaan saksi

Baca juga: Polisi penyiksa saksi di Sumut dinilai harus disanksi pidana

Baca juga: Dugaan penganiayaan saksi, Kapolsek Percut Sei Tuan dicopot
Pewarta : Munawar Mandailing
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020