Kemarin, jawaban Kemenkes soal obat COVID-19 dan penyaluran bansos

Kemarin, jawaban Kemenkes soal obat COVID-19 dan penyaluran bansos

Peneliti Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi mencegah COVID-19, di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2020). Berdasarkan hasil penelitiannya, ramuan dari bahan-bahan herbal alami Indonesia tersebut dipercaya mampu meningkatkan antibodi dalam mencegah penyebaran COVID-19 dan direncanakan akan diproduksi massal gratis. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp. (ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH)

Jakarta (ANTARA) - Pada Rabu (5/8) Kementerian Kesehatan membantah klaim obat tradisional yang bisa menyembuhkan COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru SARS-CoV-2

Selain itu ada warta soal arahan Presiden Joko Widodo yang meminta penyaluran bantuan sosial di masa pandemi COVID-19 turut disinergikan untuk menekan angka stunting di Indonesia dan penambahan kasus baru COVID-19 yang terus bertambah menjadi 116.871 orang yang bisa disimak lagi dalam ringkasan berita berikut.

Kemenkes bantah klaim obat tradisional untuk sembuhkan COVID-19

Penggunaan obat tradisional, herbal dan jamu tidak dapat menyembuhkan COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru, kata Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Akhmad Saikhu.

Baca selengkapnya di sini.

Presiden minta bansos COVID-19 sinergi dengan penanggulangan "stunting"

Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Sosial mensinergikan bantuan sosial penanganan COVID-19 dengan bantuan program penanggulangan stunting pada anak.

Baca lebih lengkap di sini.

Kasus COVID-19 di Indonesia jadi 116.871 orang

Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia terus bertambah menjadi 116.871 orang dengan penambahan 1.815 kasus baru per hari Rabu (5/8). Sementara jumlah pasien sembuh menjadi 73.889 orang dengan tambahan 1.839 pasien sembuh baru.

Simak info lengkapnya di sini.

Jawa Barat nihil zona merah COVID-19

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Barat sudah tidak ada kasus COVID-19 yang tinggi atau ditandai dengan wilayah zona merah. Dia meminta seluruh warga untuk terus menerapkan protokol kesehatan.

Baca pernyataan lengkapnya di sini.
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020