Pengamat: posyandu berperan strategis dalam mencegah kekerdilan

Pengamat: posyandu berperan strategis dalam mencegah kekerdilan

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Dr. Slamet Rosyadi (ANTARA - Wuryanti PS)

Purwokerto (ANTARA) - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Dr. Slamet Rosyadi mengatakan posyandu memiliki peran strategis dalam upaya mencegah kekerdilan melalui sosialisasi yang intensif kepada masyarakat.

"Posyandu memiliki peran yang strategis terutama dalam sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat secara langsung, sehingga perannya harus terus diperkuat," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.

Untuk itu, kata dia, pemerintah harus menyiapkan program sosialisasi dan edukasi yang melibatkan jajarannya hingga tingkat desa, salah satunya melalui posyandu.

Dia mengatakan di posyandu terdapat kegiatan deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak. Dengan demikian tumbuh kembang anak akan terpantau sejak dini sehingga jika ada permasalahan dapat langsung terdeteksi.

"Di sinilah peran posyandu, untuk melakukan deteksi dini apakah tumbuh kembang anak sudah sesuai, sehingga apabila mengalami kekurangan gizi atau mengalami masalah kekerdilan akan dapat langsung terpantau," katanya.

Baca juga: Menkes: Program pencegahan stunting aset wujudkan "Indonesia Maju"

Selain itu, kata dia, penyuluhan kesehatan di tingkat posyandu akan lebih efektif karena langsung menyasar keluarga-keluarga sasaran. Selain itu, pemerintah daerah perlu meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya ASI eksklusif kepada seluruh masyarakat.

"Pemberian ASI eksklusif pada bayi akan membantu memenuhi nutrisi sehingga dapat menjadi salah satu upaya dalam mencegah masalah kekerdilan," katanya.

Dia menambahkan sosialisasi mengenai ASI eksklusif juga perlu menyasar lebih banyak keluarga muda.

"Sosialisasi perlu menyasar keluarga muda, dengan demikian, keluarga muda akan makin memahami manfaat ASI eksklusif bagi anak mereka," katanya.

Baca juga: Presiden: Sosialisasi soal pencegahan "stunting" harus digencarkan

Dia mengatakan sosialisasi mengenai ASI eksklusif dan mengenai upaya mencegah kekerdilan harus dilakukan secara beriringan.

"Itulah manfaat dari perlunya menyiapkan program-program edukasi tadi, dengan harapan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memberikan ASI eksklusif kepada anak-anak mereka sekaligus sebagai salah satu upaya mencegah masalah kekerdilan," katanya.

Dia juga menambahkan, dengan melakukan berbagai upaya pencegahan kekerdilan maka akan dapat mendukung program pemerintah dalam menciptakan SDM unggul.

"Dengan demikian dapat mendukung program pemerintah dalam menciptakan SDM unggul melalui anak-anak sehat dan memiliki tumbuh kembang yang optimal," katanya.

Baca juga: Akademisi: perkuat posyandu guna mendukung pencegahan stunting

Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020