Rektor Unpatti keluhkan akses internet hambat proses kuliah daring

Rektor Unpatti keluhkan akses internet hambat proses kuliah daring

Rektor Universitas Pattimura Ambon Prof Mathinus Jonanes Saptenno usai mewisudakan 1.715 mahasiswa (21/4). ANTARA/Shariva Alaidrus

Ambon (ANTARA) - Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Prof Mathinus Jonanes Saptenno mengeluhkan terbatasnya akses jaringan internet menghambat proses perkuliahan daring selama pandemi COVID-19.

"Kami mengusahakan kuliah daring masih tetap berlangsung, masalahnya infrastruktur akses internet Telkom di kepulauan tertentu aksesnya sulit sekali," kata Rektor Unpatti di Ambon, Rabu.

Ia mengatakan sebagaimana kebijakan yang diterapkan pemerintah untuk menghentikan penyebaran wabah COVID-19, sejak tahun lalu proses perkuliahan di Unpatti tidak dilakukan dalam bentuk tatap muka secara langsung di dalam kelas, melainkan menggunakan metode daring.

Guna mendukung penerapan kebijakan tersebut, Unpatti membeli akun aplikasi Zoom premium yang berbayar untuk 87 program studi yang ada.

"Kami sangat siap dengan kebijakan itu. Kami punya 87 program studi, dan kami membeli akun aplikasi Zoom untuk masing-masing program studi agar perkuliahan tetap berjalan," ucapnya.

Baca juga: Menkeu: Pemerintah fokus 400 desa di daerah 3T terhubung internet 2021

Menurut dia, kuliah daring, berupa kelas, bimbingan untuk mahasiswa semester akhir, bimbingan persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN), praktikum dan sebagainya masih akan terus dilaksanakan hingga pemerintah resmi mencabut kebijakan tersebut.

Tapi terbatasnya ketersediaan akses jaringan internet membuat proses perkuliahan tidak berjalan lancar, terutama bagi mahasiswa yang berada di wilayah kepulauan yang jauh dari ibu kota provinsi Maluku.

Saptenno memisalkan, aktivitas perkuliahan di Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kabupaten Aru dan Kabupaten Maluku Barat Daya.

Sebagian besar desa di dua wilayah tersebut terbilang sangat minim akses internet. Akibatnya banyak mahasiswa yang tidak bisa mengikuti proses kuliah daring.

"Dosen-dosen juga berimprovisasi menggelar kuliah dalam bentuk yang lain, seperti menggunakan aplikasi Google Class Room dan yang lainnya. Sangat tergantung kondisi setempat, kami menggabungkan berbagai macam hal, tidak cuma satu saja karena masalahnya di jaringan internet," ujar Saptenno.

Baca juga: Bamsoet minta Kemendikbud bantu atasi kendala perkuliahan daring

Ia berharap, pihak pengembang jaringan komunikasi dan internet di Maluku bisa lebih memperhatikan persoalan tersebut, sehingga penyelenggaraan pendidikan bisa terus dijalankan sebagaimana mestinya.

"Di kepulauan tertentu sulit sekali mengakses internet, jadi mestinya kebijakan ini juga didorong atau didukung oleh pihak Telkom, kalau tidak anak-anak sulit untuk mendapatkan informasi dan pelajaran," ucapnya.

Baca juga: Lambatnya jaringan internet kendala kuliah daring di Kalbar
Baca juga: Pelaku usaha Halmahera Selatan keluhkan gangguan jaringan internet
Pewarta : Shariva Alaidrus
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021