Dipusatkan di Taman Berlabuh, Wali Kota Tarakan ikut rukyatul-hilal

Dipusatkan di Taman Berlabuh, Wali Kota Tarakan ikut rukyatul-hilal

Wali Kota Tarakan Khairul ikut melakukan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal 1442 Hijriah di Taman Berlabuh, Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (11/5/2021). (FOTO ANTARA/Susylo Asmalyah).

Tarakan, Kaltara (ANTARA) - Wali Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Khairul ikut melakukan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal 1442 Hijriah di Taman Berlabuh, Tarakan, Selasa petang, sekitar pukul 18.00 WITA.

"Awannya tebal sehingga hilal tidak kelihatan, " kata Khairul usai meneropong pada rukyatul hilal itu.

Saat pemantauan hilal tersebut juga dihadiri oleh pihak BMKG Kota Tarakan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan, KH. Muhammad Anas dan Kepala Kementerian Agama, HM. Shaberah.

Tim gabungan tersebut juga tidak melihat adanya hilal penentuan untuk Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Ini adalah tata cara dan merupakan Sunnah Rasulullah Muhammad SAW. Kalau tidak bisa melihat hilal, ya.. digenapkan menjadi 30 hari," kata Khairul.

Apapun hasilnya ini merupakan bagian dari ritual dan perintah dari pemerintah. Meskipun BMKG Kota Tarakan sudah menyampaikan bahwa posisi hilal di Tarakan pada saat matahari terbenam pada hari Selasa (11/5) yakni -5 derajat. 13,77 menit.

Sedangkan pada hari Rabu (13/5) ketinggian hilal di Kota Tarakan saat matahari terbenam sebesar 5 derajat 22,75 menit.

Sementara itu Kepala Kemenag Tarakan, Shaberah mengatakan bahwa laporan dari BMKG di mana posisi hilal -5 derajat untuk Kalimantan Utara, itu berat untuk dilihat.

"Bahkan ketinggian hilal di bawah 2 derajat, itu agak sulit dilihat, tapi ini tugas yang harus kita laksanakan, tugas rutin Kementerian Agama setiap 1 Syawal," kata Shaberah.

Dia mengatakan hanya menunggu sidang isbat dari Kementerian Agama. Kalau memang tidak ada laporan adanya hilal di seluruh Indonesia maka sesuai anjuran Rasulullah dibulatkan jadi 30 hari.

"Besok (12/5) kita masih berpuasa, besoknya lagi, yakni Kamis kita Lebaran. Jadi Insya Allah, Lebaran kita tahun ini bisa bersamaan," demikian Shaberah.

Baca juga: Penerimaan zakat Ramadhan di Tarakan-Kaltara ditargetkan Rp2,5 miliar

Baca juga: Disdakop Tarakan siapkan stok gula pasir saat Ramadhan

Baca juga: Di Nunukan, warga perbatasan RI-Malaysia "ngabuburit" berburu takjil

Baca juga: Gubernur Kaltara imbau zakat dibayar sebelum Ramadhan
Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021