Ketua DPD RI bagikan sajadah saat silaturahim ke Pesantren Cibogo

Ketua DPD RI bagikan sajadah saat silaturahim ke Pesantren Cibogo

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (kanan) saat silaturahmi di Pesantren Cibogo, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (19/10/2021). ANTARA/HO-Humas DPD RI

Cirebon (ANTARA) - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti membagikan sajadah kepada para santri saat silaturahim ke Pesantren Cibogo, Argasunya, Kota Cirebon, Jawa Barat.

"Kedatangan saya dalam rangka silaturahmi, sowan dan mohon doa dari kyai supaya selalu dimudahkan dalam menjalankan tugas-tugas," kata LaNyalla di Cirebon, Selasa, saat melakukan kunjungan kerja.

Menurut LaNyalla sowan kepada kyai sudah seperti kewajiban baginya dalam setiap kunjungan ke daerah, hal ini dilakukan untuk mendapatkan nasihat dan petuah.

"Kyai dan ulama sebagai penerus Nabi harus selalu disowani. Supaya kita mendapatkan asupan-asupan spiritual, doa, nasehat dan petuah sehingga selalu berjalan dengan terarah," ujarnya.

LaNyalla hadir bersama Sekjen DPD RI Rahman Hadi dan Deputi Administrasi DPD RI Lalu Niqman Zahir, diterima langsung pimpinan pondok Kyai Muhammad Ma'dun.

Selain didoakan agar diberi kesehatan dan kelancaran tugas, dalam kesempatan tersebut LaNyalla membagikan sajadah untuk para santri.

Baca juga: Ketua DPD RI sowan ke Ponpes Al-Fatah Temboro di Magetan
Baca juga: Ketua DPD ajak pesantren tingkatkan prokes guna tekan angka kematian


Pondok pesantren Cibogo tak lepas dari adanya kisah fenomenal Masjid Cibogo atau Masjid Agung Syaikh Anwarudin Kriyan. Masjid itu dibangun keluarga Mbah Fanani, warga Cirebon yang sempat viral karena bertapa di Pegunungan Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Kyai Ma'dun sendiri merupakan keponakan Mbah Fanani. Masjid Cibogo yang dibangun dari tahun 1937 belum selesai hingga sekarang.

"Bukan karena dana. Kalau dana insya Allah ada dan cukup. Tapi memang belum waktunya. Belum diperbolehkan mungkin. Karena semacam mistis. Ada keanehan-keanehan," kata Yono, orang kepercayaan Kyai Ma'dun di bidang dana operasional masjid.

Menurut Yono, keanehan tersebut antara lain pernah waktu dibangun dan hampir selesai, posisi masjid yang sudah menghadap kiblat mendadak diketahui posisinya menjadi bergeser. Itu terjadi sampai 3 kali.

"Atas nasehat dari para sesepuh kami mengalah dan tidak melanjutkan pembangunan," katanya.

Terakhir dibangun lagi dan sempat dipakai sebentar, namun tiba-tiba atap masjid diketahui sudah pindah ke bawah.

"Material yang di bawah ini tidak pecah. Kalau jatuh kan logikanya pada pecah. Tapi ini genting utuh dan seperti tertata rapi," jelasnya.

Tahun ini, menurutnya, masjid akan kembali dibangun. Setelah Mbah Fanani sempat menjenguk masjid tersebut tahun 2017 lalu.

"Semoga tidak ada halangan lagi, semoga bisa selesai dibangun. Karena warga di sini sudah ingin memiliki masjid tersebut," katanya.

Baca juga: Ketua DPD RI: Pondok pesantren "Prototipe Civil Society"
Baca juga: Ketua DPD nilai pesantren mampu siapkan tenaga kerja andal
Baca juga: LaNyalla apresiasi anggaran pemerintah untuk pesantren
Pewarta : Khaerul Izan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021