Tingkat kepatuhan gunakan masker di Jawa Barat capai 97 persen

Tingkat kepatuhan gunakan masker di Jawa Barat capai 97 persen

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jawa Barat Dr Ir Dewi Sartika MSi dalam dialog produktif “Tetap Waspada dan Jangan Lengah di Akhir Tahun” yang dipantau di Jakarta, Rabu (8/12/2021). ANTARA/Indriani.

Jakarta (ANTARA) - Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jawa Barat Dewi Sartika mengatakan tingkat kepatuhan menggunakan masker di Jawa Barat mencapai 97 persen.

“Tingkat kepatuhan masyarakat dalam menggunakan masker mencapai 97 persen. Artinya masyarakat sebagian besar sudah terbiasa menggunakan masker,” ujar Dewi dalam dialog produktif “Tetap Waspada dan Jangan Lengah di Akhir Tahun” yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Dia menambahkan persentase penerapan jaga jarak di Jawa Barat mencapai 82 persen. Begitu juga untuk persentase keterisian rumah sakit berada di bawah tiga persen, dan angka kesembuhan di atas 97 persen. Saat ini di Jawa Barat terdapat sebanyak 863 kasus aktif.

Kegiatan ekonomi di wilayah tersebut juga sudah berjalan dengan baik, meskipun dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Untuk kawasan yang berkerumun dilakukan pemantauan dengan aplikasi Peduli Lindungi.

“Kehidupan sudah menuju perbaikan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” imbuh dia.

Baca juga: Waspadai mobilitas saat libur panjang meski PPKM diterapkan tak merata

Baca juga: Pemkab Gunung Kidul batasi kunjungan wisatawan saat libur akhir tahun

Sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Barat, lanjut dia, berada pada wilayah PPKM level dua, dimana dari 22 dari 27 kabupaten/kota berada level dua.

“Relaksasi sudah dilakukan, kegiatan ekonomi sudah berjalan dengan protokol kesehatan. Masyarakat juga sudah terbiasa menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada,” terang dia.

Selain itu, petugas dari Satpol PP maupun TNI/Polri juga membantu penerapan protokol kesehatan berjalan dengan baik. Sejumlah pertemuan pun masih dibatasi sesuai dengan level wilayah tersebut.

Untuk Natal dan Tahun Baru, lanjut Dewi, pihaknya tetap akan melakukan pembatasan pertemuan di wilayahnya.

“Kami juga melakukan koordinasi dengan sejumlah pemerintah daerah untuk mempersiapkan antisipasi libur Natal dan Tahun Baru. Tidak perlu panik, tapi harus tetap waspada,” kata dia lagi.

#ingatpesanibu
#sudahvaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua

Baca juga: Polri optimalkan pengawasan mobilitas warga pada Natal-Tahun Baru 2022

Baca juga: Instruksi Mendagri pencegahan COVID-19 pada Natal dan tahun baru

 

Pewarta : Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021