PT PLN (Persero) bersama Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara, memanfaatkan abu sisa pembakaran batu bara, atau disebut Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari PLTU Tidore melalui pembangunan rumah.

"Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, hasil produksi olahan FABA tersebut dimanfaatkan untuk membangun satu unit rumah milik warga dengan ukuran 35 meter persegi," kata Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen dihubungi dari Ternate, Maluku Utara, Selasa.

Dia menyebut, hasil pembakaran sisa batu bara ini mendapat nilai bantuan mencapai Rp170 juta, di samping membangun satu rumah warga, hasil olahan FABA ini pun digunakan PLN untuk memproduksi 10.000 batako dan 10.000 paving block yang kemudian dibagikan kepada warga di Kelurahan Rum Balibunga.

Baca juga: Limbah pembakaran Batubara PLTU diolah jadi batako, peluang untuk di Malut

Muhammad Sinen menyampaikan apresiasi kepada PLN yang telah bersedia mengakomodir pengolahan FABA sehingga bermanfaat bagi masyarakat.

"Beberapa negara lain juga sudah banyak yang memanfaatkan FABA sebagai bahan baku untuk konstruksi. Maka dari itu, kami ucapkan terima kasih kepada PLN melalui program TJSL ini karena secara tidak langsung telah membantu Pemerintah Kota Tidore dalam pemberdayaan masyarakat", ujarnya.

Pihaknya berharap agar PLN dapat terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk kemajuan masyarakat di Rum Balibunga baik dari sisi kesehatan, pendidikan maupun kesejahteraan.

"Maka rumah yang sudah dibangun ini agar dapat dijaga dengan baik dan semoga seluruh bantuan ini bisa bermanfaat bagi kepentingan masyarakat yang lebih luas di Kelurahan Rum Balibunga," kata Sinen.

Baca juga: PT PLN manfaatkan FABA dukung program Pemkot Tidore Kepulauan, gairahkan perekonomian

Secara terpisah, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) Adams Yogasara pun menyampaikan apresiasi atas sinergi dan dukungan yang positif dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan kepada PLN untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih atas bantuan dari rekan-rekan Kodim 1505/Tidore yang telah bekerja maksimal melaksanakan pembangunan rumah dengan memanfaatkan FABA ini," ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa PLTU Tidore sendiri memproduksi 18 metrik ton per harinya sehingga menjadi potensi yang diolah oleh PLN untuk menjadi produk material konstruksi seperti paving block, batako dan produk material konstruksi lainnya untuk pembangunan.

"Akhir tahun 2021 lalu FABA dari PLTU Tidore pun telah diolah menjadi 10.000 buah batako dan 10.000 buah paving block yang telah kami serahkan kepada pemerintah kota maupun warga Rum Balibunga serta telah dirasakan manfaatnya mulai dari jalan di sekitar pasar hingga pembuatan tembok rumah warga," ujar Sinen.

Baca juga: LIPI: Limbah batu bara bernilai ekonomi tinggi

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2022