Ternate (Antara Maluku) - Bandara Babullah Ternate, Maluku Utara (Malut), ditutup selama dua hari, Senin-Selasa, menyusul meletusnya Gunung Gamalama yang berada di belakang Bandara Babullah.

"Penutupan Bandara Babullah Ternate bisa jadi diperpanjang lebih dari dua hari jika terjadi letusan Gunung Gamalama membahayakan pesawat yang akan mendarat atau lepas landas di Bandara Babullah," kata Kepala Seksi Keselamatan Penerbangan Bandara Babullah Ternate, Agus Ardiansyah di Ternate, Senin.

Gunung Gamalama meletus pada Minggu malam dan abu letusannya menyebar terbawa angin di berbagai wilayah di Kota Ternate, termasuk di sekitar Bandara Babullah.

Penutupan Bandara Babullah selama dua hari tersebut telah disampaikan kepada maskapai penerbangan nasional, terutama yang selama ini membuka rute penerbangan dari dan ke Ternate.

Ada tujuh perusahaan penerbangan yang selama ini membuka rute penerbangan dari dan ke Ternate seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Ekspres Air, Batavia Air, Wings Air, Trigana Air dan Nusantara Buana Air.

Manager Pemasaran Garuda Indonesia Perwakilan Ternate, Mac fee Kindangen ketika dikonfirmasi membenarkan telah menerima pemberitahuan dari pihak Bandara Babullah mengenai penutupan bandara itu selama dua hari.

Penutupan bandara itu juga telah disampaikan pihak Garuda Indonesia Perwakilan Ternate kepada calon penumpangnya yang akan terbang dari Ternate ke berbagai daerah di Indonesia hari ini dan besok.

Sementara itu, pemantauan di pelabuhan di Ternate tidak ada "speedboat" maupun perahu motor yang beroperasi khususnya yang selama ini melayani rute Ternate dengan sejumlah daerah di wilayah Halmahera dan Tidore Kepulauan.

Menurut salah seorang petugas Pelabuhan Dufa-Dufa Ternate, Khalik, tidak adanya "speedboat" dan perahu motor yang beroperasi bukan karena letusan Gunung Gamalama, akan tetapi karena tingginya gelombang di perairan sekitar Pulau Halmahera.

Aktivitas bongkar muat juga sepi, karena para buruh enggan kerja menyusul meletusnya Gunung Gamalama, begitu pula aktivitas perkantoran dan pusat perdagangan di Ternate sepi.

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2011