Ternate (Antara Maluku) - Tim SAR yang melibatkan berbagai unsur Pemkot Ternate dan TNI-Polri serta sejumlah pihak terkait lainnya di Maluku Utara terus berupaya melakukan pencarian terhadap delapan korban bajir bandang lahar dingin yang belum ditemukan.
"Dari 10 korban banjir bandang lahar dingin yang hilang, masih delapan orang yang belum ditemukan. Tim Sar masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap mereka," kata Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah Malut Arif Armaiyn di Ternate, Jumat.
Upaya pencarian yang dilakukan sejak hari pertama terjadinya banjir bandang lahar dingin di Ternate pada Rabu (9/5) itu, difokuskan di lokasi permukiman warga yang tertimbun material lahar dingin serta di perairan laut Ternate.
Menurut Arif Armaiyn, Tim SAR dibantu sejumlah instansi teknis, seperti Dinas PU terus melakukan penggalian di lokasi permukiman warga yang tertimbun material banjir lahar dingin serta di alur kali yang menjadi aliran banjir itu.
Penggalian material banjir lahar dingin di kali di kawasan Dufa-Dufa tersebut, selain untuk mencari para korban yang hilang, juga sekaligus untuk menormalisasi kali itu karena sesuai penyampaian BMKG Ternate masih berpeluang terjadi hujan lebat di daerah ini.
Ia mengatakan, pencarian di perairan Ternate yang melibatkan Polair serta sejumlah instansi terkait lainnya sejak hari pertama terjadinya banjir lahar dingin difokuskan di perairan antara Ternate dengan Pulau Tidore dan Pulau Halmahera.
Sementara itu, Lurah Dufa-Dufa, Ade Mahmud mengatakan, kedelapan warga Dufa-Dufa yang belum ditemukan tersebut terdiri atas dua keluarga, di antaranya keluarga Ikbal, Bendahara STAIN Ternate yang terdiri atas tujuh korban.
Keluarga korban mengharapkan kepada Pemkot Ternate untuk terus melakukan pencarian para korban hingga semuanya ditemukan. Pemkot juga diminta menurunkan alat berat lebih banyak untuk melakukan penggalian agar para korban bisa cepat ditemukan.
Banjir lahar dingin yang melanda Kota Ternate pada Rabu dini hari selain mengakibatkan delapan warga hilang, juga menewaskan tujuh orang, 15 orang luka-luka dan merusak 577 rumah warga serta menghanyutkan dua jembatan
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2012
"Dari 10 korban banjir bandang lahar dingin yang hilang, masih delapan orang yang belum ditemukan. Tim Sar masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap mereka," kata Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah Malut Arif Armaiyn di Ternate, Jumat.
Upaya pencarian yang dilakukan sejak hari pertama terjadinya banjir bandang lahar dingin di Ternate pada Rabu (9/5) itu, difokuskan di lokasi permukiman warga yang tertimbun material lahar dingin serta di perairan laut Ternate.
Menurut Arif Armaiyn, Tim SAR dibantu sejumlah instansi teknis, seperti Dinas PU terus melakukan penggalian di lokasi permukiman warga yang tertimbun material banjir lahar dingin serta di alur kali yang menjadi aliran banjir itu.
Penggalian material banjir lahar dingin di kali di kawasan Dufa-Dufa tersebut, selain untuk mencari para korban yang hilang, juga sekaligus untuk menormalisasi kali itu karena sesuai penyampaian BMKG Ternate masih berpeluang terjadi hujan lebat di daerah ini.
Ia mengatakan, pencarian di perairan Ternate yang melibatkan Polair serta sejumlah instansi terkait lainnya sejak hari pertama terjadinya banjir lahar dingin difokuskan di perairan antara Ternate dengan Pulau Tidore dan Pulau Halmahera.
Sementara itu, Lurah Dufa-Dufa, Ade Mahmud mengatakan, kedelapan warga Dufa-Dufa yang belum ditemukan tersebut terdiri atas dua keluarga, di antaranya keluarga Ikbal, Bendahara STAIN Ternate yang terdiri atas tujuh korban.
Keluarga korban mengharapkan kepada Pemkot Ternate untuk terus melakukan pencarian para korban hingga semuanya ditemukan. Pemkot juga diminta menurunkan alat berat lebih banyak untuk melakukan penggalian agar para korban bisa cepat ditemukan.
Banjir lahar dingin yang melanda Kota Ternate pada Rabu dini hari selain mengakibatkan delapan warga hilang, juga menewaskan tujuh orang, 15 orang luka-luka dan merusak 577 rumah warga serta menghanyutkan dua jembatan
Editor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2012