Ambon (Antara Maluku) - Serangan stroke ternyata bukan hanya akibat darah tinggi atau penyumbatan aliran darah oleh lemak, tetapi juga sengatan panas saat kemarau panjang.

Dari Kuala Lumpur,  Malaysia dilaporkan bahwa sekitar 30 juta warga negeri jiran itu terancam bahaya serangan stroke sengatan panas (hipertermia) akibat cuaca panas dan kering yang telah berlangsung selama lebih dari sebulan.

Ketua Pengarah Kesehatan Malaysia Datuk Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan gejala awal terkena stroke sengatan panas ialah sakit kepala berdenyut, mual, kurang berpeluh walaupun dalam suhu panas, dan denyut nadi cepat.

Stroke panas adalah satu keadaan yang menyebabkan suhu badan meningkat melebihi 40,5 derajat Celsius, sedangkan suhu normal tubuh manusia adalah 37 derajat celsius.

"Suhu tinggi mengundang komplikasi kepada sistem saraf otak yang bisa menyebabkan seseorang koma dan bisa membawa kematian," katanya seperti dikutip media lokal di Kuala Lumpur, Minggu.

Jawatan Meteorologi Malaysia menyatakan keadaan cuaca panas dan kering yang melanda negara saat ini lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga pertengahan Maret.

Kebanyakan kota di Malaysia menghadapi cuaca panas dengan suhu tertinggi tercatat di Alor Setar, Kedah pada 36,8 derajat celsius.

Stroke panas akan terjadi apabila suhu udara melebihi 32,2 derajat celsius dan kelembaban melebihi 60 persen.

Noor Hisham mengatakan orang yang terus menerus terpapar suhu panas, kurang minum serta mengalami dehidrasi bisa mengalami stroke panas.

Oleh karenanya ia mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas luar ruangan yang terpapar cuaca panas serta minum banyak air putih setidaknya 2,5 liter sehari.

Pewarta: N. Aulia Badar

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2014