Ambon (Antara Maluku) - Permintaan gas elpiji 12 kg di Kota Ambon, Provinsi Maluku kembali normal setelah penurunan harga dari Rp205.000 menjadi Rp200.000/tabung.
"Permintaan sudah kembali normal setelah Pemerintah kembali menurunkan harga terhitung sejak tanggal 14 Januari 2015," kata Direktur PT Pemantik Sumber Pratama, Andre Talahatu di Ambon, Sabtu.
Dia menjelaskan, ada sejumlah langganan yang kebanyakan dari rumah tangga yang tadinya mulai berkurang membeli akibat kenaikan harga dari Rp181.500 menjadi Rp205.000/tabung awal Januari dan kembali turun menjadi Rp200.000/tabung sudah kembali berlangganan seperti biasa.
Pemantik Sumber Pratama adalah salah satu dari dua agen penyalur gas Elpiji di Kota Ambon yang melayani permintaan hingga ke dua kabupaten yang ada di Pulau Buru.
"Memang berdasarkan pangalaman pada saat terjadi perubahan harga naik pada awal September 2014 yang lalu juga tidak terjadi penurunan permintaan dari konsumen yang signifikan, baik masyarakat maupun perhotelan dan restoran," ujarnya.
Terjadi penurunan permintaan kebanyakan dari rumah tangga saja, lanjutnya, tetapi kalau restoran dan perhotelan tidak.
Ditanya soal pasokan selama ini, Andre menjelaskan, pasokan tetap normal, dimana tiap minggu pengiriman dari Surabaya sebanyak 974 tabung elpiji ukuran 12 kg dan 50 kg tetap berjalan lancar.
"Kami tetap meminta pengiriman dengan jumlah stok tersebut sebab selain mengisi permintaan di Kota Ambon pihaknya juga mengisi permintaan salah satu pangkalan pemasok yang ada di Namlea, Kabupaten Buru sebanyak 50 tabung ukuran 12 kg," ujarnya.
Jadi tidak ada perubahan permintaan, lanjutnya, dan ini sudah berlangsung sejak tahun 2014, walaupun terjadi perubahan harga.
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2015
"Permintaan sudah kembali normal setelah Pemerintah kembali menurunkan harga terhitung sejak tanggal 14 Januari 2015," kata Direktur PT Pemantik Sumber Pratama, Andre Talahatu di Ambon, Sabtu.
Dia menjelaskan, ada sejumlah langganan yang kebanyakan dari rumah tangga yang tadinya mulai berkurang membeli akibat kenaikan harga dari Rp181.500 menjadi Rp205.000/tabung awal Januari dan kembali turun menjadi Rp200.000/tabung sudah kembali berlangganan seperti biasa.
Pemantik Sumber Pratama adalah salah satu dari dua agen penyalur gas Elpiji di Kota Ambon yang melayani permintaan hingga ke dua kabupaten yang ada di Pulau Buru.
"Memang berdasarkan pangalaman pada saat terjadi perubahan harga naik pada awal September 2014 yang lalu juga tidak terjadi penurunan permintaan dari konsumen yang signifikan, baik masyarakat maupun perhotelan dan restoran," ujarnya.
Terjadi penurunan permintaan kebanyakan dari rumah tangga saja, lanjutnya, tetapi kalau restoran dan perhotelan tidak.
Ditanya soal pasokan selama ini, Andre menjelaskan, pasokan tetap normal, dimana tiap minggu pengiriman dari Surabaya sebanyak 974 tabung elpiji ukuran 12 kg dan 50 kg tetap berjalan lancar.
"Kami tetap meminta pengiriman dengan jumlah stok tersebut sebab selain mengisi permintaan di Kota Ambon pihaknya juga mengisi permintaan salah satu pangkalan pemasok yang ada di Namlea, Kabupaten Buru sebanyak 50 tabung ukuran 12 kg," ujarnya.
Jadi tidak ada perubahan permintaan, lanjutnya, dan ini sudah berlangsung sejak tahun 2014, walaupun terjadi perubahan harga.
Editor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2015