Ambon (Antara Maluku) - Penyanyi pop papan atas Rio Febrian meluncurkan single terbaru berjudul "Matahari", setelah tembang andalan "Memang Harus Pisah" yang dilepasnya tahun lalu mendulang sukses.

"Matahari" dibuat saat Rio melakukan workshop di Swedia pada Oktober 2014, melukiskan kerinduannya pada suasana tropis di Indonesia.

"Saat itu sudah masuk musim semi, hawa terasa dingin dan matahari jarang muncul. Tapi satu pagi saya terbangun, ternyata sang surya bersinar cerah," kata Rio seperti dilansir dalam rilis pers Sony Music, diterima Antara, Kamis.

Rio mengaku sangat kegirangan dan, meskipun matahari hanya muncul dalam hitungan satu jam, ia sudah mendapat inspirasi membuat satu komposisi lagu.

Dalam menggarap lagu itu, Rio berkolaborasi dengan Inu Numata dan produser Gustav Efraimsson. Musiknya dikemas dengan nuansa akustik dan mengekplorasi kemampuan vokal sang penyanyi menggunakan falset.

Rio yang memiliki warna vokal Bariton pun mengaku tertantang.

"Seru banget. Ini pertama kalinya saya nyanyi dengan pendekatan yang berbeda. Musiknya juga asyik. Lagunya easy listening, dengan isian gitar akustik, synthesizer, dan ada isian string live-nya." katanya.

Rio mengaku energinya banyak terserap untuk menggarap musik Matahari, sehingga hanya sanggup membuat beberapa bait dan sisanya ia serahkan kepada Mhala Numata untuk melengkapi.

"Karena perbedaan waktu enam jam, Mhala saat itu saya telpon sudah tengah malam. Langsung saya tembak untuk membuat lirik dengan kata kunci matahari. Dan langsung minta jadi saat itu juga," kata Rio.

"Hasilnya, jadilah sebuah lirik lagu dengan tema classic love. Berkisah tentang cinta yang diibaratkan sebagai seseorang yang ditunggu-tunggu kedatangannya untuk menghangatkan kehidupan, layaknya matahari. Simpel namun puitis dan langsung menyentuh hati," tambahnya.

Single Matahari akan menjadi bagian album terbaru Rio Febrian yang rencananya dirilis bulan April 2015.

Pewarta: Shariva Alaidrus

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2015