Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) memberikan santunan kepada keluarga nelayan yang hilang saat melaut sebagai wujud empati dan dukungan moral kepada mereka yang ditinggalkan, terutama bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada kelurga yang ditinggalkan, saya sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tabah dan saling menguatkan di tengah cobaan," kata Gubernur Malut Sherly Tjoanda saat didampingi Wakil Gubernur Sarbin Sehe melayat ke rumah keluarga nelayan hilang di Kota Tidore Kepulauan, Selasa.

Dalam kesempatan haru itu, ia menyerahkan secara langsung santunan kematian Rp5 juta kepada keluarga nelayan tersebut.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah, baik dengan bantuan maupun langkah penanganan lanjutan. 

Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen hadir, tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memastikan penanganan pasca-kejadian dapat berjalan dengan baik.

Keterangan dari keterangan keluarga, korban bernama Abubakar Wahid (70), warga Desa Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan yang terjatuh dari perahu panjang saat melaut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara Zen Kasim menjelaskan santunan tersebut bagian dari kebijakan sosial Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang telah berjalan sejak awal kepemimpinan Sherly Tjoanda sebagai gubernur setempat.

"Santunan Rp5 juta untuk keluarga korban meninggal merupakan bagian dari program sosial yang digagas Ibu Gubernur," kata dia.

 

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : Daniel


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026