Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda menyoroti tingginya pertumbuhan ekonomi Malut mencapai sekitar 34 persen, namun, capaian tersebut belum diiringi dengan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat hingga adanya ketimpangan ekonomi.
"Malut dikenal dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, tetapi masih dikeluhkan masyarakat karena belum merata," kata Gubernur Sherly saat menyampaikan sejumlah pesan strategis saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Partai Golongan Karya (Golkar) Malut digelar di Ternate, Minggu.
Dalam forum tersebut, Sherly menyambut kehadiran Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, bersama jajaran pengurus pusat dan daerah.
Ia menambahkan, meskipun daerah ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, masyarakat belum sepenuhnya merasakan manfaatnya secara nyata.
Selain itu, Sherly juga mengungkapkan adanya pemotongan signifikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya pada Transfer ke Daerah (TKD) termasuk Dana Bagi Hasil (DBH). Secara total, pemangkasan anggaran di 10 kabupaten/kota serta tingkat provinsi mencapai sekitar Rp3,5 triliun.
Kondisi tersebut, kata dia, berdampak langsung pada pelaksanaan program pembangunan, terutama infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang masih sangat dibutuhkan di wilayah Maluku Utara
"Oleh karena itu, kami berharap pada tahun 2027, DBH tidak lagi mengalami pemotongan," harapnya.
Tidak hanya itu, Sherly juga menyoroti potensi pengurangan tenaga kerja di sejumlah kawasan industri. Ia menekankan pentingnya solusi melalui kebijakan hilirisasi industri.
Menurutnya, pemerintah pusat perlu mendorong pengembangan industri turunan dari feronikel, seperti pembangunan pabrik stainless steel, guna membuka lebih banyak lapangan kerja di daerah.
"Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi agar Maluku Utara benar-benar menjadi daerah yang kaya dalam arti sesungguhnya," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam sambutannya menegaskan bahwa Golkar Maluku Utara akan segera memasuki fase kepemimpinan baru.
Ia berharap Musda VI ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi partai di daerah.
"Golkar punya target untuk meningkatkan jumlah kursi di DPRD. Kursi yang ada harus dipertahankan, dan kalau bisa ditambah tentu lebih baik," kata Bahlil.
Ia juga mengingatkan seluruh kader agar menjalankan proses Musda secara tertib dan sesuai mekanisme organisasi. Selain itu, Bahlil menekankan pentingnya sinergi antara Partai Golkar dengan kepala daerah, baik gubernur maupun bupati/wali kota, guna mendukung kebijakan yang sejalan dengan pemerintah pusat.
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026