Lapas Kelas III Namlea, Maluku, mengoptimalkan potensi lokal Pulau Buru dengan memproduksi minyak kayu putih melalui program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP)

Pelaksana Harian Kepala Lapas Namlea, Mustapa La Abidin, di Namlea, Jumat, mengatakan program pengolahan minyak kayu putih tersebut menjadi salah satu unggulan dalam pembinaan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya memanfaatkan potensi lokal, tetapi juga memberikan keterampilan nyata bagi warga binaan. Kami berharap ini menjadi bekal mereka setelah bebas nanti,” ujarnya.

Ia menjelaskan, produksi minyak kayu putih yang dikenal dengan nama Minyak Kayu Putih 86 merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian dengan memberdayakan warga binaan yang telah memenuhi syarat, seperti berstatus asimilasi dan telah menjalani setengah masa pidana.

Menurut dia, saat ini terdapat 10 warga binaan yang terlibat dalam proses penyulingan minyak kayu putih tersebut.

“Sejauh ini, kami telah menghasilkan sekitar 30 hingga 40 liter minyak kayu putih. Selain itu, warga binaan juga mendapatkan premi atau upah dari hasil kerja mereka sebagai bentuk apresiasi,” katanya.

Produksi minyak kayu putih di Lapas Namlea Maluku menjadi program pembinaan prioritas bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).ANTARA/Dedy Azis

Mustapa menambahkan, pemasaran produk tersebut saat ini masih terbatas di lingkungan internal dan dipamerkan pada sejumlah kegiatan, termasuk dalam ajang IPPAFest 2025.

Ia juga mengungkapkan bahwa produk minyak kayu putih tersebut kini memiliki nama merek baru “Maju Lapanam”, akronim dari Minyak Andalan Jadi Unggulan Lapas Namlea.

“Penamaan ini merupakan bentuk inovasi untuk mendorong kemajuan sekaligus meningkatkan citra produk unggulan kami. Minyak kayu putih ini juga dikenal sebagai ‘emas hijau’ dari Pulau Buru,” ujarnya.

Disamping itu, program pembinaan tersebut menarik dan relevan dengan kondisi geografis Pulau Buru yang banyak ditumbuhi tumbuhan kayu putih.

Diharapkan produk minyak kayu putih hasil pembinaan tersebut ke depan tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga dapat dipasarkan secara lebih luas kepada masyarakat.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis

Editor : Moh Ponting


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026