Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengapresiasi Program Beasiswa Guruku yang digagas Universitas Padjajaran (Unpad) untuk memperkuat kapasitas guru melalui peningkatan kompetensi, kepemimpinan, serta perluasan akses pendidikan tinggi bagi para pendidik di Indonesia.

Ia mengatakan program tersebut menjadi wujud nyata komitmen berbagai sektor pendidikan, termasuk perguruan tinggi, dalam meningkatkan kapasitas guru sebagai agen yang memegang peranan sentral dalam menentukan kualitas pendidikan nasional.

“Kata kuncinya sekarang setelah kualifikasi adalah kompetensi. Salah satu elemen penting, bahkan boleh dikatakan sekitar 50 persen ketercapaian pendidikan berkualitas itu ada pada gurunya,” kata Wamendikdasmen Atip dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat.

Meskipun kualifikasi formal guru saat ini hampir mencapai 100 persen pada jenjang D4 atau S1, capaian tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kompetensi yang dimiliki.

 

Karena itu pihaknya terus mendorong pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang ditopang penguasaan content knowledge yang kuat.

“Pembelajaran mendalam harus dimulai dari penguasaan content knowledge. Banyak guru yang baru menerapkan prosedur pembelajaran mendalam, tetapi kedalamannya belum optimal karena keterbatasan penguasaan materi,” kata Wamendikdasmen Atip.

Lebih lanjut Atip menjelaskan program beasiswa Guruku difokuskan pada dua aspek utama, yakni penguatan content knowledge dan leadership atau kepemimpinan guru. Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.

Salah satu penerima beasiswa Guruku Ihwan guru dari SDN 1 Bojong, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat (Jabar), mengaku bersyukur atas kesempatan melanjutkan studi melalui program tersebut.

“Ini bukan akhir perjuangan saya sebagai guru, tetapi awal untuk terus belajar, merefleksikan diri, dan berkembang menjadi pendidik yang lebih baik,” kata Ihwan.

 

Sebagai informasi, Program Beasiswa Guruku yang diluncurkan oleh Universitas Padjadjaran (Unpad) tersebut menyediakan tiga skema pembiayaan bagi guru yang melanjutkan studi Magister di Unpad.

Ketiga skema tersebut ialah beasiswa penuh sebesar 100 persen biaya pendidikan, beasiswa sebagian sebesar 75 persen, serta beasiswa dukungan sebesar 50 persen biaya pendidikan.

Skema tersebut berlaku bagi peserta yang diterima pada 18 Program Studi (Prodi( Magister di Unpad sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Melalui Program Guruku, pemerintah bersama perguruan tinggi berharap dapat melahirkan lebih banyak guru unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, namun juga kepemimpinan yang mampu mendorong lahirnya pendidikan berkualitas bagi generasi masa depan Indonesia.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamendikdasmen: Beasiswa Guruku perluas akses pendidikan guru

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban

Editor : Moh Ponting


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026