Ternate, 20/5 (Antara Maluku) - Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara akan melaksanakan program kas keliling selama Bulan Suci Ramadan untuk mengantisipasi kebutuhan uang rupiah dalam pecahan kecil.

"Kas keliling ini merupakan program khusus BI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota Ternate akan pecahan uang kecil selama Bulan Suci Ramadan," kata Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Dwi Tugas, di Ternate, Kamis.

Dia menjelaskan, setiap Bulan Suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri kebutuhan akan uang kecil pasti meningkat, sehingga Unit Operasional Kas (UOK) sudah merencanakan untuk membuat kegiatan khusus dengan melakukan penukaran uang melalui kas keliling di kota Ternate seminggu dua atau tiga kali.

"Kita juga berencana bekerjasama dengan perbankan lain agar menyediakan uang dalam pecahan kecil dalam jumlah yang banyak, sehingga masyarakat tidak hanya melakukan penukaran uang di kas keliling BI saja," ujar Dwi Tugas.

Dia mengemukakan, apalagi pada mei 2016 ada pencairan gaji ke-14 bagi pegawai negeri sipil(PNS) maupun tahun ajaran baru.

"Kami menjadwalkan pada 24 Mei 2016 akan mengundang seluruh perbankan agar mereka tidak membuat estimasi kebutuhan uang selama Bulan Suci Ramadhan saja, tetapi harus memperhitungkan adanya gaji ke 14 dan menjelang perayaan Idul Fitri.

"Hal seperti ini juga akan berpengaruh dengan inflasi, sebab dengan adanya gaji ke - 14 ituberarti semakin banyak uang yang beredar, sedangkan jika suplainya tetap, maka harga barang akan naik dan masyarakat akan cenderung meningkatkan konsumsinya," kata Dwi Tugas.

Dia mengaku, saat rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pihaknya mengharapkan stakeholder terutama pejabat dapat mengimbau pegawainya agar menggunakan uang dengan bijaksana karena gaji ke - 14 ini ditujukan untuk kebutuhan sekolah para anak.

"Dalam program kas keliling ini semua pecahan uang kecil akan disediakan sebanyak mungkin. Jadi berapa pun permintaan dari perbankan akan dilayani dan pada dasarnya BI tidak kekurangan penyediaan uangnya, tergantung permintaan dari perbankan," ujarnya.

Menurutnya, data historis BI setiap Bulan Suci Ramadan terjadi peningkatan kebutuhan uang lebih dari 100 persen dan seperti saat Ramadhan yang jatuh pada Juli 2014, terjadi peningkatan uang sebesar 116,01 persen.

Bahkan, pada Ramadan 2015 malah lebih meningkat sebesar 136,28 persen dibandingkan kebutuhan sebelumnya.

Pewarta: M. Ponting

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2016