Ambon, 27/10 (Antara Maluku) - Grup musik jazz kontemporer asal Amsterdam, Belanda, Boi Akih akan berkolaborasi dengan penyair Rudi Fofid, Molucca Bamboo Wind Orchestra dan sejumlah musisi lokal lainnya di perhelatan Ambon International Music Festival (AIMF), 28 Oktober 2017.

"Kami akan tampil di sana dan berkolaborasi juga dengan Rudi, kemudian dilanjutkan dengan grup musisi di sini," kata Monica Akihary, vokalis Boi Akih di Ambon, Jumat.

Di konser AIMF, Boi Akih akan tampil duo, Monica Akihary dan gitarisnya Neils Brouwer selama 40 menit, kemudian berkolaborasi dengan penyair lokal Rudi Fofid, membawakan beberapa komposisi garapan Neils.

Kolaborasi antara Boi Akih dan Rudi Fofid bukan yang pertama kali. Mereka sebelumnya pernah tampil bersama di peringatan 70 tahun Holland Festival di Amsterdam pada Juni 2017.

Saat itu, tidak hanya Rudi Fofid, Boi Akih juga berkolaborasi dengan sejumlah musisi Indonesia seperti Indra Menus dari Jogja Noise Bombing dan I Made Subandi, pemain gamelan asal Bali.

Menurut Monica, penampilan mereka di konser AIMF akan sangat spesial, karena usai berkolaborasi dengan Rudi Fofid, mereka juga akan tampil bersama Molucca Bamboo Wind Orchestra dan sejumlah musisi lokal.

Molucca Bamboo Wind Orchestra dan para musisi lokal lainnya akan memainkan berbagai instrumen tradisional seperti totobuang, tifa, rebana dan lainnya mengiringi penampilan Boi Akih.

"Kami meminta disediakan beberapa instrumen karena tidak tampil dalam bentuk kwartet. Kami meminta bung Rence Alfons (konduktor Molucca Bamboo Wind Orchestra) mengorganisir beberapa musisi untuk bermain tifa, gitar dan totobuang," ucapnya.

Tidak merinci komposisi apa saja yang akan ditampilkan di AIMF, Neils mengatakan kemungkinan ia dan Monica akan membawakan beberapa nomor di album Boi Akih "Liquid Songs", dan album solo Monica "Lagu Lagu 2".

Karena sedikitnya waktu untuk mempersiapkan pertunjukan, penampilan kolaborasi di AIMF akan menggunakan teknik improvisasi langsung.

Ide menggabungkan instrumen modern dan tradisional dalam penampilan kolaborasi hampir serupa dengan konser kwartet Boi Akih di Holland Festival, tapi dengan konsep yang berbeda.

"Penampilan kami di konser besok idenya sama dengan di Holland Festival, tapi dengan konsep yang berbeda karena kami hanya punya satu hari menyiapkan semuanya, sedangkan yang sebelumnya kami perlu tiga minggu," kata Neils.

Pewarta: Shariva Alaidrus

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2017